Tergiur Arisan Online, Ibu-ibu Rugi Ratusan Juta Rupiah

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Belasan ibu-ibu korban arisan online mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (10/06/2021). Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada 17 member arisan yang hari ini menjalani persidangan sebagai penggugat. Sidang perkara perdata ini menggugat Gy yang merupakan pemilik arisan dimana dinilai tak melaksanakan kewajiban melakukan pembayaran kepada para member.

Arisan online bermasalah tersebut bernama Hoki. Arisan Hoki diketahui mulai ada sekitar bulan April 2020 lalu dan diikuti sekitar 30 member. Para korban mengaku mengenal Arisan Hoki setelah ditawari langsung oleh Gy.

Dalam arisan ini iming-iming keuntungan yang ditawarkan hingga jutaan rupiah. Misal nilai arisan yang diikuti sebesar Rp 30 juta maka member diwajibkan membayar uang Rp 800 ribu – Rp 1 juta perminggu selama tiga bulan.

“Pembayaran disesuaikan dengan slot member. Yang slot atas akan dapat arisan dahulu dan yang bawah belakangan,” kata Dian salah seorang member warga Wirobrajan Yogyakarta.

Dian mengaku mengikuti Arisan Hoki sejak November 2020. Awalnya Hoki berjalan dengan baik, namun memasuki Januari 2021 ia mulai menjumpai kejanggalan dengan tak dibayarkannya uang arisan para member yang berhak menerima.

“Awalnya normal, bahkan saya sudah empat kali dapat. Namun bulan Januari mulai tidak beres, yang seharusnya mendapatkan arisan tapi tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Dari slot-slot yang diikuti dalam beberapa table (kelompok keikutsertaan arisan), Dian mengaku rugi hingga mencapai Rp 120 juta. Ia dan member lainnya sebenarnya mencoba ingin menyelesaikan masalah ini dengan jalan kekeluargaan, namun tak ada itikad baik Gy.

Mya, salah seorang member warga Kasihan Bantul mengaku rugi Rp 20 juta dalam Arisan Hoki ini. Kasus yang dialaminya juga sama, arisan yang semula sehat namun lama kelamaan terjadi gagal bayar.

Selama ini ia dan para member lainnya membayar uang arisan kepada Gy secara transfer ke rekening pribadinya. Menurut Mya, total kerugian yang dialami para member nilainya mencapai Rp 1 miliar

Sidang perkara perbuatan melawan hukum dan tuntutan ganti rugi ini dipimpin hakim Agus Supriyono SH. Sidang perdana sedianya mengagendakan mediasi, namun karena pihak tergugat tak hadir maka sidang akan dilanjutkan Selasa (22/06/2021) mendatang.

Selain Gy, para korban arisan juga menggugat Dt karena dinilai turut bersalah atas permasalahan yang timbul dalam Arisan Hoki. Kuasa hukum tergugat, Arwan Robika SH menegaskan kliennya siap mengikuti proses hukum.

“Jadi kita akan mengikuti prosesnya sampai selesai. Kami akan memberikan perlawanan untuk membuktikan klien kami tidak bersalah,” tegasnya.

Sementara kuasa hukum korban Arisan Hoki, Mahendra Handoko SH menyatakan para penggugat tetap ingin menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Para korban mengajukan skema pembayaran dua kali, diawal dengan pembayaran tahap pertama dan selanjutnya untuk menjamin pembayaran tahap kedua para penggugat besedia menerima jaminan dalam bentuk benda tidak bergerak.

“Yang kemudian dituangkan ke dalam akta perdamaian dan ditetapkan melalui penetapanoleh majelis hakim perkara, sehingga ada kepastian hukum bagi para penggugat,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI