Terkait Tewasnya Pencuri Cabai Oknum Pelajar Berstatus Tersangka

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polres Sleman menetapkan pelajar SMK berinisial HH, sebagai tersangka tewasnya pencuri cabai, WB (49). Remaja berusia 17 tahun warga Sleman itu, menganiaya WB menggunakan clurit yang ia bawa dari rumah.

Dari enam kali sabetan clurit, empat kali mengenai tubuh korban sehingga lelaki paruh baya warga Turi Sleman itu tak bernyawa. Wakapolres Sleman Kompol Tony Priyanto menjelaskan, HH dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, ancaman maksimal 7 tahun.

“Motif penganiayaan, karena HH kesal adanya pencurian cabai. Ia sengaja membawa clurit dari rumah untuk melukai pencurinya. Tersangka sudah ditahan di Polres Sleman untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya,” ungkap Tony, Kamis (17/6/2022).

Dijelaskan, penganiayaan bermula saat oknum pelajar SMK tersebut diberitahu oleh tetangganya berinisial S, jika tanaman cabai di sawahnya sering dicuri.

Kemudian Selasa (14/7) pukul 20.00 WIB, HH menawarkan diri ikut ke sawah bersama S untuk menghadang pencuri. Rabu sekitar pukul 04.00 WIB, HH dijemput menuju ke sawah dengan berboncengan motor.

Saat itu HH membawa clurit, sedangkan S tidak mengetahuinya. Setengah jam melakukan pengintaian, HH melihat WB hendak mencuri, masuk ke sawah dari arah barat.

Saat WB benar-benar telah memetik cabai, HH dan S keluar dari persembunyian dan diam-diam mendekati sawah milik S tersebut.

Melihat HH datang dari arah barat dan S dari arah timur, korban melarikan diri menuju jalan aspal.

“Tersangka HH mengejar lalu menyabetkan clurit ke arah korban sebanyak enam kali. Dua kali tidak kena, namun empat kali mengenai tubuh korban. Saat memegang jaket korban agar berhenti, tubuh HH sempat terseret dan terjatuh sehingga WB lari masuk ke kebun salak,” urai Tony Priyanto.

BERITA REKOMENDASI