Terlalu! Siswi SMP Dipekerjakan di Salon Plus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ibu rumah tangga (IRT) berinisial HRY (32) mempekerjakan siswi SMP, AKW (15) di salon plus-plus yang dikelolanya di Jalan Magelang, Mulungan Kulon, Mlati, Sleman. Tersangka yang merupakan warga Triharjo, Sleman ini, menarik tarif Rp 160.000 bagi pria hidung belang yang berkencan dengan AKW. HRY kini ditahan di Polda DIY untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo SH, MHum mengatakan, prostitusi berkedok salon yang dilakukan tersangka berhasil diungkap saat dia dan AKW tertangkap basah mencuri soft lens di sebuah toko daerah Wirobrajan. Saat dibawa ke Polsek setempat, korban mengaku jika bekerja di salon plus milik tersangka.

"Dari informasi itu kami lakukan penggeladahan di salon dan menemukan 45 kondom masih baru dan sembilan kondom bekas. Selain itu kami temukan pula botol bekas minuman keras dan buku catatan pemasukan," papar Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).

Dia menerangkan, sebelum dipekerjakan sebagai kapster salon plus, korban bertemu dengan anak dari tersangka yang merupakan teman semasa SD. Korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP sempat curhat jika ingin bekerja sambil sekolah. Saksi kemudian mengajak korban ke salon milik ibunya agar bisa bekerja sebagai kapster.
"Awalnya tersangka mengaku jika korban akan bekerja untuk memijat dan creambath tamu salon. Tapi faktanya korban justru diminta melakukan perbuatan cabul," ungkap Kombes Pol Hadi.

Tersangka mengelola dua salon plus namun satu salon masa kontrakkannya sudah habis. Dari pengakuan tersangka, dia mulai mengelola salon plus sejak Agustus. Selain mempekerjakan korban, ada empat kapster salon lainnya yang sudah dewasa.

Kasubbid Penmas Polda DIY Kompol Sri Sumarsih menambahkan, korban sudah berada di salon milik tersangka sejak dua minggu lalu. Dalam sehari, korban bisa melayani beberapa tamu bahkan di malam minggu jumlah hidung belang yang datang bisa mencapai 8 orang. "Korban hanya diberi uang Rp 10.000 hingga Rp 20.000 tiap kali melayani tamu," ungkap Kompol Sri Sumarsih.

Tersangka HRY kini sudah ditahan di Mapolda DIY. Dia akan dijerat Pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 83 atau pasal 88 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.(R-2)

 

BERITA REKOMENDASI