Tersangka Pelaku Penusukan di Salatiga, Ngaku Adik Iparnya Dihamili Korban

Editor: Ary B Prass

SALATIGA, KRJOGJA.com –  Mahesa Gus Anang Arifin (21) warga Dusun Celengan Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mengaku penusukan yang dilakukan terhadap korban, karena telah menghamili adik ipar dan tidak mau bertanggung jawab.

Pengakuan ini dikatakan saat gelar perkara di Polres Salatiga setelah dirinya ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Salatiga. “Korban menghamili adik ipar saya, dan tidak mau bertanggung jawab. Saya tusuk menggunakan pisau,” tutur tersangka mahesa Gus Anang Arifin di Polres Salatiga, Senin (24/1/2022).

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana pada gelar perkara, Senin (24/1/2022) mengungkapkan tersangka ditangkap dalam waktu 4 jam setelah kejadian pada Jumat (21/1/2022) lalu.

Tersangka diringkus di rumahnya di Lopait Tuntang karena diduga hendak melarikan diri. Dalam penyidikan, tersangka menusuk korban lantaran ia membela adik iparnya yang mengaku dihamili oleh korban dan tidak mau bertanggungjawab.

“Motifnya dari penyidikan, tersangka menusuk korban karena membela adik iparnya yang menurut pengakuan tersangka , adik iparnya bernama Ika dihamili oleh korban,” tandas Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardian.

Kapolres juga menegaskan pihaknya menyita sepeda motor  dan sebilah pisau yang digunakan tersangka menusuk rusuk kiri korban hingga tembus ke jantung.

“Kami menyatakan Anang sebagai tersangka dan sedangkan lainnya masih saksi. Pisau sebagai alat untuk menusuk sudah diamankan termasuk handphone dan motor,” tandas kapolres.

Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Diberitakan Taufiq Restu Aji (21) diduga menjadi korban pengeroyokan dan meninggal setelah ditusuk benda tajam di Jalan Ki Penjawi Salatiga. (Sus)

BERITA REKOMENDASI