Tersangka Penggelapan Dana Nasabah Bank Pasar Sukoharjo Akhirnya Ditahan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – YER (55) tersangka dugaan penggelapan dana nasabah di Perusahaan Daerah Bank Pasar Sukoharjo dengan nilai sebesar sekitar Rp 400 juta resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Senin (19/2/2018). Penahanan dilakukan usai dilakukan pemeriksaan.

Kasi Pidsus Kejari Sukoharjo Zaenurofiq mengatakan, agenda yang dilakukan yakni pemeriksaan terhadap YER. Saat pemeriksaan YER tidak didampingi seorangpun pengacara.

Dalam pemeriksaan diketahui sejumlah hal penting terkait perbuatan penyelewengan dana nasabah yang diduga dilakukan YER. Kejari Sukoharjo kemudian memilih melakukan penahanan terhadap YER selama 20 hari kedepan. YER ditahan dengan dititipkan di rumah tahanan Surakarta.

"Kejaksaan melakukan pemanggilan terhadap tersangka YER. Saat datang YER tidak didampingi pengacara dan kami tahan. Pemeriksaan akan kami lanjutkan hari berikutnya dan YER sudah didampingi pengacara tunjukan kejaksaan," ujar Zaenurofiq.

Kejari Sukoharjo menahan YER karena sejumlah alasan seperti tersangka bisa melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu juga sudah sesuai dengan pasal yang disangkakan.

Zaenurofiq menjelaskan, kasus dugaan penyelewengan dana nasabah diduga dilakukan oleh tersangka YER saat masih bekerja di Perusahaan Daerah Bank Pasar Sukoharjo sekitar tahun 2006 – 2008. Modus yang dipakai tersangka yakni mengambil dan menggunakan dana nasabah dari pelunasan kredit. Semisal, ada nasabah mengambil pinjaman uang sebesar Rp 20 juta dalam kurun waktu pelunasan selama 1 tahun. Namun di tengah perjalanan nasabah mampu melunasi dalam waktu hanya lima bulan. Uang pelunasan pinjaman tersebut tidak disetorkan YER ke sistem data di Perusahaan Daerah Bank Pasar namun dipergunakan untuk kepentingan sendiri.

Atas perbuatan YER pihak Perusahaan Daerah Bank Pasar sudah melakukan pemecatan pada Tahun 2014 lalu. Meski sudah dipecat namun Kejari Sukoharjo tetap terus melakukan proses hukum.

"Nilai dugaan sementara uang yang dipakai tersangka sekitar Rp 400 juta. Pemeriksaan masih terus dilakukan kejaksaan," lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI