Tidak Hafal Adzan, Guru Tampar Murid

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN (KRjogja.com) – Gara-gara tidak hafal adzan, Edwin (11) murid SDN 3 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu Grobogan dianiaya Yus (56) oknum guru agama sekolah setempat. Korban ditampar dan ditendang di hadapan teman-temannya di depan kelas. Akibat perlakuan kasar itu, pe;ajar ini trauma dan tidak mau berangkat sekolah lagi.

“Anak saya tidak mau masuk sekolah lagi karena takut dan trauma yang pernah dialaminya,” ujar Bariyah (35) ibu korban saat ditemui KRjogja.com di rumahnya, Rabu (23/11/2016).

Kasus penganiayaan yang dilakukan oknm guru matapelajaran agama tersebut terjadi pada Jumat (18/11/2016). Saat itu di dalam kelas Edwin diminta maju ke depan oleh sang guru untuk menghafal lafadz adzan seperti halnya teman yang lain, namun karena belum hafal  ia tidak bersedia maju ke depan kelas.

“Bukannya dinasihati, anak saya malah ditendang dan dipukul oleh oknum guru tersebut. Karena ketakutan, anak saya langsung berlari pulang sambil menangis dan mengadu kepada saya. Penganiayaan itu sudah yang ketiga kalinya dilakukan oknum guru tersebut kepada anak saya. Saya kemudian melaporkan ke Polsek Tegowanu denan menunjukkan visum dokter,” ungkap Bariyah.

Kapolsek Tegowanu, AKP Bambang Warno, membenarkan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oknum guru tersebut. “Sebenarnya kasusnya akan saya usut, tetapi pihak pelaku dan keluarga korban sudah sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Oknum guru sudah meminta maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” terangnya.

Ketika ditemui KRjogja,com, oknum guru tersebut mengelak jika telah mengania korban. “Yang benar, ketika tidak mau maju ke depan kelas utuk menghafal adzan anak tersebut saya tarik dan kakinya menyangkut kaki meja. Sehingga mungkin ada luka memar,” kata Yus.

Sementara itu Kepala SDN 3 Tegowanu Kulon, Pudjiono minta kasus tersebut tidak diperpanjang. “Orang tua korban sudah mengajukan minta surat pindah ke sekolah lain, termasuk adik korban bernama Robi yang kebetulan duduk sekelas,” terangnya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI