Tiga Pengedar Narkoba Dibekuk

SEMARANG (KRjogja.com) – Tiga pengedar jaringan narkoba Jakarta, Solo, Semarang dan Lembaga Pemasyarakatan diungkap Polda Jateng. Direktorat Serse Narkoba Polda, Kamis (15/09/2016) meringkus ketiga tersangka Harry, Guntur dan Yayan di tempat berbeda Semarang dan Tingkir Salatiga. Ditamabah disita sedkitnya 8 Ons sabu senilai Rp 2 miliar lebih, alat isap 'bong' dan sejumlah ponsel.

"Hasil penyitaan barang bukti 8 Ons sabu senilai Rp 2 miliar lebih merupakan terbesar di Jateng selama lima tahun terakhir ini", ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono pada gelar kasus di Mapolda, Kamis (15/09/2016).

Irjen Condro Kirono mengakui semula anggota Dit Serse Narkoba tidak langsung menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak itu. Tetapi, diawali pada 7 Agustus 2016 meringkus Harry disertai barang bukti sekirar 50 gram sabu di  Banyumanik, Semarang. Kemudian, dari pengembangan penyidikan tersangka Harry mengaku menyimpan sabu seberat 1 Ons di Taman Singosari.

Walau, sudah mendapatkan barang bukti sabu seberat 1,5 Ons sabu, namun Dir Reskrim dibawah pimpinanan Kombes Pol Reynhard SP Silitonga tetap terus mendalami. Tersangka Harry, lalu mencokot rekannya Guntur. Lelaki ini dibekuk di sebuah rumah di jalan Kiai Saleh, Semarang. Kemudian, menyusul diringkus Yayan di Tingkir Salatiga. 

"Dari tangan Yayan yang melakukan perjalanan naik bus dari Jakarta, lalu sebelum berganti bus lainturun di Weleri Kendal disita barang bukti tidak tanggung tanggung sekitar 650 gram sabu atau 6,5 Ons barang haram tersebut.
Menurut Kapolda barang bukti 6,5 ons sesuai keterangan Yayan dalam  pendistribusian dibagi untuk peredaran wilayah Solo Raya 4 Ons dan sisanya di edarkan di Semarang maupun Magelang," ungkap Kapolda. (Cry) 

BERITA REKOMENDASI