Tinggalkan Catatan Utang, Sukadi Gantung Diri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Sukadi (47) warga Ngadiwinatan, Ngampilan, Yogyakarta ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Kamis (24/11/2016) malam. Pria paruh baya ini mengakhiri hidup dengan mengikat lehernya menggunakan tali tampar yang dikaitkan di rangka atap belakang rumah. Diduga Sukadi nekat gantung diri karena terbelit utang serta depresi setelah ditinggal mati istrinya.

Kapolsekta Ngampilan, Kompol Kusila mengungkapkan, jasad Sukadi pertama kali ditemukan keponakannya yang bernama Alifah (13) warga Sonopakis, Kasihan, Bantul. Saat itu ia bersama ibunya, Dwi Wahyuningsih sepulang dari Sekaten mampir ke rumah Sukadi untuk meminjam charge HP.

Ketika masuk ke dalam rumah, Alifah melihat Sukadi berdiri di pojok pintu. Bocah ini lalu manggil pamannya itu namun Sukadi tak menjawab. Karena curiga ia lalu mencari ibunya untuk diajak menemui Sukadi di belakang rumah.

Dwi Wahyuningsih serta Alifah kemudian mendatangi Sukadi, namun ternyata pria ini telah tewas tergantung dengan lidah menjulur. Mereka lalu meminta tolong kepada warga sekitar dan kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Polsekta Ngampilan.

“Sebelum kejadian ada tetangga yang medengar suara orang sedang memukul diding dari rumah korban. Diperkirakan itu merupakan suara yang ditimbulkan korban saat hendak mencoba gantung diri,” ungkap Kusila di ruang kerjanya, Jumat (25/11/2016).

Sukadi mengakhiri hidup dengan menggunakan tali tampar warna orange yang diikat di lehernya. Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan dan Kepolisian, dipastikan Sukadi tewas karena gantung diri karena tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh pria tersebut selain bekas jeratan tali di leher.

Kesimpulan ini diperkuat dengan ditemukannya secarik surat wasiat di kamar Sukadi yang berisi catatan utang. Beban utang itulah yang diduga menjadi alasan pria ini untuk mengakhiri hidupnya, terlebih lagi sang istri juga belum lama telah meningal dunia sehingga membuat Sukadi depresi. (Van)

BERITA REKOMENDASI