Truk Pengirim 2.808 Ciu Terciduk

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengiriman 2.808 liter ciu ilegal berhasil digagalkan aparat Satpol PP bersama Polsek Karangpandan di Jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya depan rumah makan Kopyah, Desa Keprabon, Karangpandan, Minggu (10/12/2017) pukul 20.00 WIB. Ciu ribuan liter itu rencananya dikirim ke Blitar, Jawa Timur.

“Truk itu diberhentikan aparat Satpol di lokasi. Setelah mendapati muatannya ciu dan tidak dapat menunjukkan surat-surat minuman beralkohol itu, kemudian diamankan. Kami dihubungi Satpol PP untuk menangani kasus ini,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryani Hapsari kepada wartawan dalam gelar barang bukti di Mapolres, Senin (11/12/2017).

Truk Mitsubishi Colt Diesel Nopol F 8345 UP disita berikut barang bukti ciu kemasan botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter. Botol-botol itu dimasukkan puluhan kardus karton bekas buah-buahan bermerek. Sopir digiring ke markas, yakni warga asal Kebaksari, Kebakkramat, Wahyu Nur Setyanto (26) serta keneknya asal Jungke, Karanganyar Kota, Henri Romadhoni (19).

“Sopir dan keneknya panik setelah mengetahui muatan yang diangkutnya ciu. Mereka mengaku tak tahu menahu. Setahu mereka, yang dikirim itu buah buahan,” kata Wakapolres.

Diceritakan, sopir dan kenek itu mengantarkan barang dari pemilik truk asal Brujul, Jaten, Riyan (20). Keduanya diupah Rp 2,5 juta dengan pembayaran di muka Rp 500 ribu. Riyan mengatakan seseorang akan menelepon keduanya setiba di Blitar terkait muatan itu.

“Ceritanya, pemilik truk tidak bisa mengantar sendiri karena sedang cidera. Tapi menyuruh orang lain tanpa mengatakan isi muatannya. Sedangkan sopir dan kenek juga tidak banyak bertanya,” katanya.

Meski demikian, tiga orang itu tetap diproses secara hukum. Menurut keterangan, ciu itu dibeli dari produsen rumah tangga minuman beralkohol di Bekonang dengan harga Rp 30 ribu per liter. Ini merupakan kali kedua Riyan mengirim ciu Bekonang ke Blitar.

Kasi Trantib Satpol PP Karanganyar, Joko Purwanto mengatakan petugasnya menerima informasi kiriman ciu ilegal bakal dikirim melintasi Karangpandan. Sehingga, ia bersama anggotanya sengaja mencegat di lokasi.

“Kita awalnya tidak tahu truk mana yang mengirim. Hanya mengandalkan ketajaman indera penciuman. Ada satu truk yang bau alkoholnya menyengat, langsung dihentikan. Ternyata isinya memang ciu yang dikamuflase kardus karton bekas buah,” katanya.

Para tersangka dijerat pasal 7 dan 8 Perda No 16 tahun 2009 dengan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan maksimal 3 bulan. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI