Tuduh Menyantet Keluarganya, Nga Aniaya Tetangga

CILACAP, KRJOGJA.com – Gegara melihat penampakan jin jahat yang menyantet keluarga dan dirinya, Nga (49) warga  Dusun Sidamulya, RT 06, RW 04, Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap menyerang korban Abdul Khadir yang masih tetangganya hingga korban mengalami luka memar di kepala bagian belakang, bibir atas dan wah bagian kiri pecah hingga mengeluarkan darah serta merobek pakaian yang dikenakan korban. Penganiayaan itu dilakukan karena tersangka KA menganggap santet itu berasal dari korban.

"Apa alasanya mengapa saya menuduh korban yang menyantet keluarga saya, itu bisa dilihat dari auranya," ujar tersangka Nga saat ditanya Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Ongko Gradiarso Sukahar didampingi Kapolsek Kawungangten, AKP Budi Suryanto, Selasa (22/10/2019). Dari pada tersangka dan keluarganya diserang terus dengan santet, maka mereka berupaya membalas korban dengan serangan fisik. 

Menurut Ongko, kasus tersebut terungkap berawal dari laporan korban Abdul Khadir yang mengaku habis dianiaya tersangka Nga, tetangganya. Penganiayaan itu dilakukan pada saat korban berangkat kendurian dengan berjalan kali. Ketika melintasi depan rumah tersangka, mendadak diserang sesorang yang ternyata tersangka Nga, dengan memukul kepala bagian belakang korban hingga korban terjatuh. Belum sempat korban menyadari apa yang terjadi, tersangka kembali menyerang korban dengan menarik pakaiannya hingga sobek dan dan memukul bagian muka, hingga mengakibatkan bibir atas dan bawah sebelah kiri luka dan mengeluarkan darah.

Merasa dirugikan akibat penganiayaan tersebut korban dengan diantar kerabatnya melapor ke Polsek Kawunganten. Karena indentitas tersangka jelas, sehingga petugas segera menangkap tersangka Nga dan menggiringnya ke Polsek Kawungantgen untuk dimintai keterangan dan sekaligus menahannya.

Terlepas dari sulitnya membuktikan tuduhan santet terhadap keluarga tersangka, petugas tetap memproses kasus penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban. "Tersangka Nga kami jerat dengan Pasal 351 (1) tentang penganiyaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu Iima ratus rupiah," kata kasat Reskrim. Adapun barang bukti yang diajukan sepotong baju batik lengan panjang dengan warna dasar cokelat.(Otu)

BERITA REKOMENDASI