Tugimin Sempat Pamitan dan Bikin Surat Wasiat

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Warga Dukuh Madyantoro Rt 02/Rw VII Desa Pulosari, Kebakkramat, Tugimin Sarjono (53) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon mahoni tak tauh dari perlintasan KA di desanya, Senin (05/09/2016) malam. Namun, sempat meninggalkan surat wasiat dan berpamitan ke keluarga menjelang bunuh diri.

Tubuh korban kali pertama ditemukan dua tetangganya saat melintas di lokasi kejadian, yakni Tugi (50) dan Maryono (50). Keduanya langsung mengenali Tugimin begitu melihat wajah dan ciri-ciri korban meski dalam keadaan kepala terlilit tali yang digantungkan di dahan mahoni. Keduanya melaporkan peristiwa itu ke Kadus Klolokan, Pulosari, Surono. Tak ingin gegabah menanganinya, kadus kemudian meminta salah seorang perangkat desa memanggil polisi.

“Tim dari Polsek dan Puskesmas tiba ke lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah korban yang tergantung diturunkan, dokter puskesmas memeriksanya. Hasilnya, pak Tugimin murni melakukan aksi bunuh diri sendirian,” kata Kapolsek Kebakkramat, AKP Lukman Tri Novianto, Selasa (06/09/2016).

Kapolsek menjelaskan hal itu didasari nihilnya tanda penganiayaan serta penanda fisik korban gantung diri. Namun, keluarga korban meminta segera memakamkannya sehingga menolak autopsi. 

"Pelakudiduga depresi menanggung utang menumpuk dan tak mampu melunasi. Surat wasiat ditemukan di meja rumahnya menjelaskan hal itu serta diperkuat pula kedatangan korban ke rumah kakaknya bernama Sukimin untuk berpamitan." (R-10)

 

 

BERITA REKOMENDASI