Tujuh Tersangka Minta Penangguhan Penahanan

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Tujuh orang tersangka kasus perselisihan antara sopir taksi konvensional dengan pengemudi taksi online minta penangguhan penahanan. Permohonan penangguhan penahanan kepada Polres Banyumas, sudah dikirimkan beberapa hari lalu, namun hingga saat ini belum ada kejelasan.

"Mereka sudah ditahan 20 hari oleh penyidik Polres Banyumas, dan minta penangguhan penahanan," kata Kabul Munajat SH, Kuasa Hukum ketujuh tersangka kepada KRJOGJA.com, Rabu (31/01/2018).

Menurutnya surat permintaan penangguhan penahanan telah dilayangkan Polres Banyumas beberapa hari lalu. Ketujuh tersangka yang saat ditahan berasal dari taksi konvesional, yakni  Utg  (48) warga Somagede, Pur (46) warga Baturraden, Sut (35) warga Kebasen sebagai pelaku utama. Sedangkan tersangka lain yakni Sis (35) warga Kembaran, Edw (41) warga Baturraden, Nan (42) dan Ni (33) keduanya warga Purwokerto Timur.

Dalam surat permintaan penangguhan, itu ketujuh tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari dan perbuatan-perbuatan yang bersifat melawan hukum. “Klien kami juga merupakan tulang punggung bagi keluarga. Dalam perkara ini pihak korban atau pelapor juga tidak keberatan untuk diadakan perdamaian,” ungkapnya.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk melalui Kasat Reskrim AKP Djunaedi SH membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap tujuh orang tersangka yang merupakan sopir taksi konvensional. Tujuh orang tersebut memiliki perannya masing-masing dalam melakukan penganiayaan.

Kasus tersebut bermula seorang pelaku memesan taksi online menggunakan aplikasi GoCar, dari warnet Zet Arcawinangun menuju Stadion Mini pada Jumat (12/01/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah menyelesaikan orderan korban atau pelapor yakni Hendrik Prawijaya (28) warga Kelurahan Pruwokerto Kulon pulang ke rumahnya.

Tidak lama setelah korban sampai di rumah ada dua sampai empat taksi konvesional diparkir di depan mobil miliknya Xenia B-2817-BKH. Sekitar 20 orang mengelilingi korban, seorang diantaranya menanyai korban terkait order taksi online. Setelah korban mengaku, kemudian korban dibawa ke depan Hotel Tiara dan dilakukan penganiayaan.

Akibat perbuatannya, para tersangka diancam dengan pasal berbeda-beda,yakni pasal 328 atau 335 ayat (1) KUHP tentang penculikan dan perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Kemudian pasal 55 jo  pasal 170 KUHP tentang pengroyokan. (Dri)

BERITA REKOMENDASI