Tujuh Warga DIY dan Jateng Jadi Korban Penipuan Anak Nia Daniaty

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus penipuan yang melibatkan Ol, anak kandung dari penyanyi Nia Daniaty tak hanya di Jakarta saja. Ternyata para korban juga ada yang berasal dari wilayah DIY dan Jawa Tengah (Jateng). Modus yang dilakukan sama, yakni menjanjikan dapat memasukan para korban untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sejumlah dinas di DKI Jakarta.

Kuasa hukum para korban, Odie Hudiyanto mengatakan korban dalam kasus penipuan ini jumlahnya mencapai 225 orang. Untuk wilayah DIY dan Jateng terdapat 7 korban masing-masing dari Cilacap sebanyak 3 orang, Yogya 2 orang, Solo 1 orang dan Semarang 1 orang.

“Kepada para korban Ol mengatakan bisa memasukan mereka untuk menjadi PNS. Ia selalu mengatakan memiliki link hingga memastikan bisa memasukan ke jabatan-jabatan strategis di Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Odie Hudiyanto di Sleman, Senin (15/11/2021).

Ia mengatakan Ol dilaporkan pada Kamis (23/09/2021) lalu dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun dalam perkembangannya Ol dikabarkan hendak mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada pihak Kepolisian.

“Tentang permohonan penangguhan penahanan, kami yakin Kepolisian mempertimbangkan kepentingan 225 orang korban yang meminta keadilan. Sangat tidak adil jika pelaku kejahatan yang mengakibatkan ratusan orang menderita tersebut dikabulkan permohonan penangguhannya tanpa ada bukti kongkret untuk pengembalian uang korban,” jelasnya.

Namun demikian Odie Hudiyanto mengatakan para korban masih membuka peluang damai terhadap Ol atas kasus ini. Para korban masih berharap uang yang telah disetorkan kepada Ol dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 miliar itu dapat dikembalikan.

Perbuatan Ol dilakukan dalam kurun waktu satu tahun dari mulai dari 2019 hingga 2020. Korban yang tertarik dengan iming-iming tersebut mengaku mentransfer uang puluhan hingga ratusan juta rupiah ke rekening Ol.

Namun sampai waktu yang dijanjikan untuk lolos PNS, para korban ternyata tidak diterima. Mereka telah mencoba menghubungi Ol namun tak ada itikad baik darinya sehingga para korban memilih menempuh jalur hukum. (Van)

BERITA REKOMENDASI