Uang Palsu Diedarkan di Terminal Giwangan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jajaran Polsekta Umbulharjo berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) yang coba dilakukan oleh seseorang pria asal Timor Leste di Terminal Giwangan Yogyakarta. Pelaku FMS (40) alias Frans menyebarkan upal nominal pecahan Rp 100 ribu dengan cara membelanjakannya untuk membeli rokok di terminal. Diduga tersangka merupakan jaringan sindikat peredaran uang palsu yang sengaja beroperasi jelang Lebaran.

Kapolsekta Umbulharjo, Kompol Sutikno mengungkapkan aksi pelaku berhasil terungkap setelah seorang penjual curiga dengan uang yang digunakan tersangka untuk membeli rokok di kiosnya. Walau sepintas sama namun jika diamati dengan teliti tekstur uang tersebut lebih halus dan tipis serta tak memiliki ‘tanda air’ gambar pahlawan saat disinar menggunakan lampu ultraviolet.

"Penjual kan sudah terbiasa dan mengetahui mana yang asli dan palsu. Karena curiga lalu penjual tersebut melaporkan ke Pos Terminal Giwangan,” ungkapnya di Mapolsekta Umbulharjo, Selasa (20/03/2018).

Petugas langsung mencari pelaku dan ternyata Frans masih berada di kawasan Terminal Giwangan. Saat diperiksa petugas menemukan tiga lembar uang palsu pecahan nominal Rp 100 ribu, tiga bungkus rokok dan dua bungkus tisu.

“Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan membeli rokok maupun kebutuhan lain dengan menggunakan upal tersebut. Tersangka membeli rokok di tiga kios menggunakan upal, ia sengaja membeli rokok hanya satu bungkus tiap kios dan dengan begitu akan menerima kembalian uang asli jumlah banyak,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersanga ia mendapat upal tersebut dengan cara membeli kepada seseorang pengedar. Setiap lembar upal 100 ribu dibelinya dengan menggunakan uang asli Rp 50 ribu.

“Diduga tersangka merupakan anggota sindikat peredaran uang palsu. Saat kami masih melakukan penyidikan dan penyelidikan untuk mengungkap jaringan tersebut,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI