Usai Dorong Septiana, Para Tersangka Mau Kabur ke Jakarta

BANTUL, KRJOGJA.com – Setelah peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Septiana dengan cara mendorong tubuh korban di Jembatan Kretek, petugas gabungan langsung melacak keberadaan Ab dan Yr lewat keterangan  Sp.  

Petugas awalnya melacak ke alamat tersangka di Klaten namun keduanya sudah  terlabih dahulu meninggalkan kampung dengan tujuan Kalideres.   Dalam  pelariannya itu  Ab dan Yr naik bus  dari Klaten menuju Terminal Giwangan Yogyakarta. Setelah itu dari Terminal Giwangan keduanya naik bus jurusan Kalideres.  

“Setelah petugas gabungan dari Polres Bantul dan Kretek datang ke rumah tersangka. Kemudian keluarga menghubungi lewat handphone agar Ab dan Yr  menyerah. Akhirnya mereka menyerahkan diri ke Polsek Aji Barang,” ujar Waka Polres Bantul  Kompol Mariska  Fendi Susanto  SH SIK, Selasa (30/01/2018).

BACA JUGA :

Pelaku Pendorong Mahasiswi Hamil di Jembatan Kretek Ternyata Pacar Korban

Tersangka Berusaha Empat Kali Gugurkan Kandungan
 

Menurut Waka Polres tersangka Ab dan Yr  juga pernah menjalin asmara dengan Sp.  Bahkan keduanya mengaku sudah melakukan hubungan  layaknya suami istri.  “Saya dan Sp memang pernah dekat,  tetapi sudah lama, kemudian Sp juga dekat dengan Ab,” ujar Ar.   

Tersangka Ab menjelaskan,  perihal kehamilan Sp sudah diketahui sejak awal. Bahkan ketika usia kandungan 12 minggu, Ab  sudah berusaha menggugurkan kandungan Sp dengan berbagai cara namun usaha itu selalu gagal.  Pernah juga Ab  akan menggugurkan dengan makan nanas, kemudian  dengan  air  ciu hingga  obat pelancar menstruasi dan terkahir lewat dukun.  “Waktu mendatangi dukun tidak jadi karena biayanya mencapai Rp 4 juta. Padahal saya dan Sp tidak punya uang sebanyak itu,” ujar Ab.

Tersangka Ab mengatakan sudah dua bulan terakhir ini  menjadi guru honorer di SD di Klaten. Karena itu, memohon maaf kepada keluarga Sp atas perbuatannya. Tidak hanya itu lelaki tiga bersaudara itu juga mohon maaf kepada keluarga besarnya. “Saya mohon maaf kepada bapak dan ibu, keluarga besar saya  terutama kepada keluarga Sp,  sekali lagi saya mohon maaf,” ujar Ab terisak. 

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kretek Iptu Jumadi SH menambahkan, jika tersangka Ab dan Yr berada di sisi  barat jembatan. Sementara motor ditaruh di sisi timur. 
"Tersangka Ab dan Yr mengangkat kaki Sp sebelum didorong ke dasar sungai. Tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP Jo pasal 53 KUHP atau tindak pidana percobaan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup." (Roy)

BERITA REKOMENDASI