Usai Memeras Pelajar, Gerombolan Pemalak Menangis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Seorang pelajar SMP menjadi korban pemerasan yang dilakukan segerombolan remaja. Radit (14) siswa kelas 2 sebuah sekolah swasta di Yogya dipalak oleh komplotan ramaja pimpinan Ags dan dipaksa untuk menyerahkan sejumlah uang. Aksi premanisme yang dilakukan bocah dibawah umur ini berakhir di tangan petugas dan para berandal cilik yang semula garang akhirnya menangis di hadapan Polisi.

Kapolsekta Kraton, Kompol Etty Haryanti mengungkapkan, pada suatu hari korban bertemu dengan Ags. Mengetahui korban tak bakalan berani melawannya, pelaku langsung mendekati dan melakukan pemalakan.

Korban yang tidak berdaya hanya bisa menuruti permintaan tersebut. Pelaku meminta sejumlah uang dan jaket yang dimiliki korban untuk diberikan kepadanya. "Janjian ketemu di sekitar Universitas Widya Mataram dan meminta jaket serta sejumlah uang dengan disertai ancaman," ungkapnya di Mapolsek Kraton, Sabtu (16/12/2017).

Saat itu pelaku menyuruh anak buahnya untuk menerima uang dan barang yang diminta dari korban di lokasi yang telah ditentukan. Setelah hasil pemerasan diterima dua orang suruhan ini segera pergi dan menyerahkam kepada Ags

"Usai dipalak oleh pelaku dan teman-temannya, korban segera melaporkan apa yang dialaminya itu kepada Polisi. Petugas dengan cepat dapat menangkap dua orang kaki tangan pelaku, tak lama setelah itu Ags dan  empat anggota komplotan lainnya berhasil diciduk di rumahnya seputaran Kasihan Bantul," tambahnya.

Dari tangan para pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa jaket dan uang milik korban serta besi pemukul yang dipergunakan tersangka untuk mengancam. Karena para pelaku masih dibawah umur, petugas memberikan sanksi pembinaan kepada mereka.

Para remaja ini disuruh push up dan diminta membuat surat pernyataan di hadapan Polisi dan orang tua serta guru mereka. Saat bersujud dan meminta maaf di hadapan orang tua para pelaku ini menangis dan berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya. (Van)

BERITA REKOMENDASI