Warga Sindet Bubarkan Aksi Brutal Klitih

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemuda Sindet Trimulyo Jetis Bantul berhasil membubarkan keberingasan komplotan klitih di Jembatan Sindet, Senin (01/01/2017) dini hari. Kedatangan warga membuat puluhan perusuh yang secara brutal menyerang dua orang berhamburan pergi meninggkalkan lokasi. Dalam peristiwa tersebut dua orang mengalami luka yakni Yusron Rhamadan dan Vebvin Sugianto keduanya warga Kasihan Bantul.

Perkelahian ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Dini hari tadi itu sejumlah pemuda Sindet yang tengah ‘lek-lekan’ dikejutkan oleh suara gaduh di jembatan. Merasa curiga Agus Saputra, Iwan dan Rudi mendatangi arah suara keributan di jembatan untuk melihat peristiwa apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah sampai di jembatan, saksi melihat puluhan orang secara brutal menyerang dua orang yang sudah tidak berdaya. Melihat puluhan mengamuk secara brutal, dengan suara lantang mereka minta agar pelaku menghentikan aksinya. Melihat tindakannya ketahuan warga, pelaku justru mengatakan jika orang yang dihajar ialah klitih.

Namun saksi tidak percaya dan langsung  menghardik dengan suara keras. Dalam tempo singkat pelaku berhamburan pergi ke timur arah Perumahan Sindet dan masuk Kampung Sindet. Setelah pelaku meninggalkan lokasi korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Nur Hidayah.

Kapolsek Jetis AKP S Parmin mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, Senin (01/01/2017) sekitar pukul 02.00 WIB korban bersama rekan- rekannya enam orang perjalanan pulang setelah merayakan malam tahun baru di Pantai Parangtritis. Saat itu sebenarnya korban dan kawan-kawannya bermaksud mengantar teman perempuannya di Perumahan Sindet Trimulyo Jetis, tetapi ketika sampai Lapangan Demi Imogiri korban berpapasan dengan komplotan pelaku sekitar 30 orang dari utara.

Karena tidak merasa punya masalah dengan pelaku, korban terus memacu motornya ke utara. Namun tanpa diduga rombongan tersebut malah berbalik arah memburu korban. Dalam kejar-kejaran itu empat rekan korban berhasil meloloskan diri, tetapi Yusron dan Vebvin disikat pelaku di Jembaatan Sindet dan dianiaya.

“Kami sudah periksa, tetapi mereka itu sama sekali tidak saling kenal dan ada perselisihan sebelumnya. Dimungkinkan komplotan pelaku sekadar mencari sasaran,” tegasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI