10 Orangutan Dilepasliarkan di Kalteng

KASONGAN (KRjogja.com) – Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melepasliarkan sebanyak 10 ekor orangutan di Taman Nasional (TN) Bukit Baka-Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Hal itu untuk mencegah punahnya populasi orangutan Kalimantan.

Seremoni pelepasliaran orangutan hasil reintroduksi Nyaru Menteng Tangkiling Kota Palangkaraya itu dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tachrir Fathoni, di halaman Kantor Bupati Katingan.

CEO BOS, Jamartin Sihite mengatakan, jika orangutan Kalimantan kini terancam akan punah. Maka untuk itu perlu ada kerjasama semua pihak menyelamatkan orangutan dari kepunahan.

"Kita bisa menjamin orangutan Kalteng tidak akan punah, tidak ada orang bisa menyelamatkan orangutan sendiri. Semua kita bahu membahu, dengan demikian saya yakin orangutan di Katingan dan Kalteng serta Kalimantan umumnya tidak akan pernah punah," sebut Jamartin Sihite, Minggu (14/8/2016).

Untuk tahap awal, pihaknya melepasliarkan 10 ekor orangutan di TN Bukit Baka-Bukit Raya. Di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng Tangkiling, setiap bulan selalu ada orangutan yang masuk.

"Sekarang ada sekitar 420 orangutan di pusat rehabilitasi itu, dan hampir 100-an individu siap lepas liar, dan itu butuh hutan," ujarnya.

Sebelumnya sudah dilakukan survei di TN Bukit Baka-Bukit Raya dan ada lima blok yang dinilai layak untuk pelepasliaran. Namun, yang akan difokuskan lebih dulu blok B dan C yang diperkirakan akan bisa menampung sekitar 300-an orangutan.

"Setidaknya tiga sampai empat tahun ke depan areal ini bisa cukup untuk melepaskan orangutan yang antre di Nyaru Menteng," imbuhnya.

Kepala Balai TN Bukit Baka-Bukit Raya, Bambang mengatakan, setelah 10 orangutan dilepasliarkan, maka perlu ditindaklanjuti terkait dengan habitat, predator atau yang menjadi pesaing orangutan. Bahkan juga harus ada sosialisasi dengan masyarakat sekitar. Pasalnya pelepasliaran orangutan di TN Bukit Baka Bukit Raya ini adalah yang pertama kalinya. (*)
 

BERITA REKOMENDASI