15 Daerah di Luar Jawa – Bali Susul Penerapan PPKM Darurat

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, secara nasional perkembangan kasus Covid-19 masih menunjukkan eskalasi peningkatan kasus. Eskalasi juga terjadi di luar Pulau Jawa dan Bali. Pemerintah mengambil sejumlah langkah-langkah antisipatif agar jangan sampai terjadi kondisi yang semakin tidak kondusif.

Sesuai dengan arahan Presiden, PPKM Darurat diberlakukan di luar Jawa dan Bali berdasarkan sejumlah parameter. Adapun PPKM Darurat ini ditetapkan 15 kabupaten maupun kota di luar Jawa – Bali yang menerapkan PPKM Darurat yakni Kota Tanjung Pinang, Singkawang, Padang Panjang, Balikpapan, Bandar Lampung, Pontianak, Manokwari, Sorong, Batam, Bontang, Bukittinggi, Berau, Padang, Mataram, Medan.

“Sesuai dengan arahan presiden, PPKM Darurat diberlakukan di luar Jawa dan Bali berdasarkan sejumlah parameter. Adapun PPKM Darurat ini ditetapkan 15 Kab/Kota di luar Jawa – Bali yang menerapkan PPKM Darurat,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara jumpa pers secara virtual di Jakarta, Jumat (09/07/2021).

Dikatakan yang menjadi parameter penetapan kabupaten maupun kota di luar Jawa – Bali yang menerapkan PPKM Darurat yakni Level Asesmen ‘4’, BOR 65 persen, kasus aktif meningkat signifikan serta pencapaian vaksinasi kurang 50 persen. Dijelaskan, secara nasional per tanggal 8 Juli 2021, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan minggu sebelumnya untuk kasus konfirmasi harian naik 43,97 persen, jumlah kematian naik 56,43 persen, jumlah rawat inap naik 13,71 persen.

Secara nasional kasus aktif per 8 Juli 2021 sebanyak 359.455 kasus, dengan kontribusi kasus aktif dari Jawa – Bali 76,98 persen dan Non Jawa – Bali 23,02 persen. Berdasarkan asesmen situasi pandemi, jumlah kabupaten maupun kota yang berada pada level 4 di luar Jawa – Bali terus mengalami peningkatan 1 Juli 2021 : 30 kabupaten/kota, Juli 2021 : 43 kabupaten/kota, 8 Juli 2021 : 51 kabupaten/kota.

Adapun Jumlah kasus aktif di luar Jawa – Bali mengalami peningkatan pada 27 Juni 2021 : mencapai 50.513 kasus. Tanggal 5 Juli 2021 sebanyak 67.891 kasus dana 8 Juli 2021 sebanyak 82.711 kasus (Naik 63,74 persen).

Adapun BOR di luar Jawa-Bali mengalami peningkatan, per 8 Juli 2021 Provinsi Non Jawa Bali yang tertinggi : Lampung (82 persen) dan Kaltim (80 persen), Papua Barat (79 persen), Kepri (77 persen), Kalbar (68 persen) dan , Sumbar (67 persen).

Airlangga juga mengatakan, pemerintah memperkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment) bagi daerah PPKM Darurat 15 kabupaten maupun kota di luar Jawa dan Bali. Selain itu, pemerintah segera memberikan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk 10 juta KPM program PKH dan 10 juta KPM Program BST dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Pemerintah juga akan memberikan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 1,2 juta untuk 3 juta usaha mikro (Kementerian Koperasi dan UMKM) diprioritaskan untuk kabupaten maupun kota yang memberlakukan PPKM Darurat. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI