20 Tahun Reformasi, Lengsernya ‘Penguasa’ Orde Baru

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hari ini tepat 20 tahun lalu (21 Mei 1998) Presiden Soeharto yang telah memegang tampuk kekuasaan selama 32 tahun akhirnya lengser. Tumbangnya kekuasaan orde baru ini disambut gegap gempita warga khususnya mahasiswa yang menjadi motor dan menuntut reformasi kala itu.

Tak sampai lima menit Soeharto menyampaikan pernyataan terakhirnya sebagai kepala negara. "Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto saat membacakan surat pengunduran dirinya.

Di Gedung DPR, mahasiswa yang sudah menduduki gedung itu sejak 18 Mei 1998 sontak bergembira. Dari televisi mereka menyaksikan pidato Soeharto tersebut. Gegap gempita, saling peluk, dan tangis haru mewarnai momen mahasiswa kala itu.

Soeharto menyerahkan tampuk kekuasaan pada wakilnya, BJ Habibie. Lengsernya Soeharto menjadi tonggak lahirnya era baru yaitu era reformasi. Dan hari ini tepat 20 tahun reformasi, bayang-bayang Soeharto justru muncul lagi. (*)

BERITA REKOMENDASI