2019, Kunjungan Cruise Bakal Naik 19,6 Persen

BANDA ACEH, KRJOGJA.com – Jumlah kunjungan kapal pesiar (cruise) ke Indonesia diproyeksikan tumbuh 19,6% di tahun 2019. Dari pergerakan ini, wilayah Sabang dan Medan didorong mendapatkan stop overs dari jalur Selat Malaka. Sebab, Sumatera menjadi destinasi favorit dari kapal pesiar.
 
Hal tersebut mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Promosi Wisata Cruise digelar, Kamis (20/12). Lokasinya di Ballroom Hotel Grand Nanggroe, Jalan T Imuem Lueng Bata, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusalam (NAD). Program FGD diikuti oleh 33 peserta. Ada kementerian terkait, pemerintah daerah, dan industri pariwisata.
 
4 Narasumber dihadirkan. Mereka terdiri dari Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indroyono Soesilo dan Wakil Walikota Sabang Suradji Junus. Ada juga Kepala BPKS Sabang Sayid Fadili juga Assisten Vice President Genting Dream Cruise Ika Safitri. Sebagai moderator, ditunjuk Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani.
 
“Pertumbuhan cruise ships di Indonesia sangat bagus. Proyeksi penumpangnya pada tahun depan naik di angka 9,7%. Kehadiran mereka tentu positif. Akan ada banyak devisa yang masuk. Di sini yang paling penting kreativitas daerah,” ungkap Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indroyono Soesilo didampingi Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Ratna Suranti.
 
Memiliki postur besar, jumlah wisman cruise ships pada 2019 berada di level 387.873 orang. Bandingkan dengan realisasi kunjungan wisman dari jalur laut saat ini 353.425 orang. Kenaikan arus wisman ini juga selaras dengan cruise ships numbers of calls-nya. Pada 2019 nanti, sudah ada 593 calls rencana kedatangan kapal pesiar. Jumlah ini naik 19,6% dari tahun ini. Pada 2018 jumlah cruise yang merapat mencapai 496.
 
Dari slot cruise ships numbers of calls, Sabang, NAD, wilayah ini mendapatkan slot 25 pada 2019. Jumah ini sekitar 4,22% dari total 593 calls kapal pesiar. Indroyono menambahkan, cruise ini wajib singgah di Sabang pada 2019. 

“Sabang akan mendapatkan 25 calls. Harus diupayakan 25 calls kapal ini bisa singgah semuanya di sana. Sebab, potensi Sabang besar. Infrastrukturnya sangat mendukung,” lanjut Indroyono lagi.
 
Didukung perainan luas, wilayah nusantara menjadi favorit kunjungan cruise besar hingga 74%. Cruise ini memiliki kapasitas angkut lebih dari 3.000 orang. Cruise kelas medium menempati slot 21% dengan daya angkut 1.000-3.000 wisman. Lalu, kelas expedition vessels kurang dari 1.000 orang hanya memiliki kuota 5%. Pada 2019, tipe cruise besar ditarget 287.334 wisman dan 79.543 orang untuk medium.
 
“Kami terus melakukan pengembangan infrastruktur. Dengan kehadiran cruise-cruise di Sabang akan membuka banyak peluang. Kedatangan wisman akan mendorong pertumbuhan perekonomian secara umum. Kami sudah siapkan formulasi paketnya bila mereka datang nanti,” ujar Wakil Walikota Sabang Suradji Junus.
 
Pergerakan cruise ships ini tetap menempatkan Sumatera sebagai favorit. Pulau Andalas memiliki slot 38%, lalu disusul Bali dengan komposisi 21%. Nusa Tenggara memiliki slot 20% dan Jawa hanya menempati kuota 16%. Merunut donasi dari kapal pesiarnya, Dream Cruise masih jadi andalan dengan komposisi 45%. Untuk Kapal Princess 8%, lalu masing-masing 6% didonorkan Star Clippers dan AIDA. (*)

 

BERITA REKOMENDASI