2021, Kemendikbud Desain Ulang SKS

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mulai 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mendesain ulang formula baru untuk menghitung Sistem Kredit Semester (SKS) .

Direktur Sumber Daya Dikti Kemendikbud, Sofwan Effendi, di Jakarta Selasa (10/11 2020) menjelaskan penghitungan SKS tidak lagi berbasis waktu belajar di kelas, melainkan berdasarkan kegiatan yang di lakukan di dalam maupun di luar kelas.

“Kini kita (pemerintah)  telah merumuskan formulasi penghitungan SKS yang dapat digunakan untuk dosen dan mahasiswa.  Ada satu yang menarik, SKS kali ini sudah didesain sedemikian rupa, sehingga SKS bukan lagi waktu belajar di kelas, tapi waktu kegiatan,” kata Direktur Sumber Daya Dikti Kemendikbud, Sofwan Effendi .

Kesempatan emas terutama bagi para dosen. Sebab selama ini penghitungan SKS hanya bisa diperoleh dari kredit selama jam pelajaran di dalam kelas.
Dengan model baru penghitungan SKS yang menjadi bagian dari Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini, dosen dapat memanfaatkan seluruh kegiatan tridarma di dalam dan luar kampus untuk dua hal.   Pertama, meningkatkan kapasitas, kompetensi dosen sebagai penggerak mahasiswa di luar kampus.

Selain itu, sekaligus di saat bersaamaan bisa mendapat kredit poin untuk kenaikan pangkat, baik untuk menjadi asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga guru besar.

“Sehingga banyak pilihan kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperoleh kredit sebagai dosen. Jenjang kariernya juga lebih meningkat. Ini akan mempercepat dosen dalam mendapatkan kredit dan menapaki jenjang karier yang paling tinggi, yakni guru besar,” terang Sofwan.(ati)

BERITA REKOMENDASI