2023 Bidik Zero Accident, PLN Bentuk Road Map K3

JAKARTA, KRJOGJA.com – Insiden K3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan) yang masif dapat membuat organisasi perusahaan bangkrut lantaran menjual asetnya untuk membayar ganti rugi yang ditetapkan pengadilan. Skenario terburuk itu bukan isapan jempol semata, tapi sangat mungkin terjadi jika aspek K3 tidak menjadi prioritas utama perhatian perusahaan.

"Atas dasar itu, PLN sebagai BUMN yang menjadi salah satu tulang punggung energi negeri ini, terus melakukan upaya peningkatan mutu pengelolaan K3LL atau yang biasa disingkat K3," kata Antonius RT Artono, EVP Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan PLN dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Anton menyadari vitalnya aspek K3, karena bagi PLN karyawan dan dukungan masyarakat sekitar area operasional khususnya adalah aset terpenting perusahaan. Karena itu, ujarnya, pihaknya selalu berupaya meningkatkan pengelolaan K3 agar aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lindung lingkungan terus terjaga.

Penyebab dari kecelakaan kerja, menurutnya, umumnya karena dua aspek yakni unsafe action dan unsafe condition. Penyebab pertama umumnya karena pengabaian terhadap peralatan dan prosedur keselamatan dalam bekerja. Misalnya, pekerja lalai dalam memakai berbagai alat perlindungan diri (APD), seperti helm, rompi, sepatu bot, sarung tangan dan sebagainya. 

Sementara aspek kedua karena lingkungan kerja yang tidak aman seperti jalan licin, jalan berlubang, ataupun infrastruktur kerja yang kurang lengkap.
Kecelakaan kerja itu sendiri biasanya merupakan buah dari pengabaian terhadap puluhan kali insiden near miss, atau hampir celaka.

Atas dasar itu, kata Anton, PLN membentuk Road Map K3 dengan target Zero Accident di tahun 2023. Salah satu langkah dalam Road Map 2023 adalah membentuk organisasi K3 di unit-unit induk PLN pada tahun 2013. Adapun penyempurnaannya dilakukan pada tahun 2017 dengan pembentukan Manajer Pejabat K3, Pemangku Kepentingan K3 atau Pelaksana K3. (Ful)

BERITA REKOMENDASI