21 Korban Tsunami, Peserta BPJS TK Sedang Bertugas

JAKARTA, KRJOGJA.com – Korban bencana alam tsunami Selat Sunda yang  jumlahnya ratusan, ternyara 20 orang di antara korban tewas sudah terdeteksi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) dan berhak mendapat santunan Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar 48 kali upah. 

Untuk satu orang lagi, menurut Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, masih hilang. "Jadi, total 21 orang sebagai peserta dan mereka dalam posisi sedang menjalankan tugas kedinasan atau bekerja. Tentunya kami sudah persiapkan segala sesuatunya dan akan segera menghubungi ahli waris masing-masing korban,” tuturnya di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Sebelumnya Krishna menjenguk salah satu korban tsunami yang dirawat di RS Puri Cinere, Jakarta Selatan. Mengenai 21 korban yang terdata sebagai peserta ini, 14 orang karyawan PLN, satu karyawan PT BJU, satu karyawan dari BPK Penabur, dan lima lainnya masing-masing dari PT JAS, PT DRH, dan Banten West Java TDC.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka dan teridentifikasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan telah mendapatkan perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di beberapa Rumah Sakit kerjasama, salah satunya di Rumah Sakit Puri Cinere. Menurut Krishna, ada 23 orang yang telah mendapatkan perawatan di PLKK BPJS Ketenagakerjaan, khusus di Cinere ini ada 15 orang yang mendapatkan perawatan.

Selebihnya, tiga orang tersebar di Rumah Sakit Royal Taruma, yang juga PLKK BPJS Ketenagakerjaan, ditambah dengan tiga orang dirawat di RSUD Berkah, RSUD Drajat, dan Sentra Medika Cibinong. "Hingga saat ini sembilan orang yang dirawat sudah diperbolehkan pulang,” ujar Krishna dengan menyebutkan, seluruh peserta yang mendapatkan perawatan hingga sembuh, tanpa batasan biaya sesuai dengan indikasi medis.

“Tim kami juga sedang melakukan penelusuran mengenai kemungkinan jatuhnya korban dari peserta profesi, seperti nelayan ataupun pengisi acara. Saya kira jika memang mereka terdaftar sebagai peserta, kami akan berikan semua hak-hak ahli waris sesegera mungkin,” tandas Krishna. (Ful)

BERITA REKOMENDASI