3 Perbedaan Mendasar Kartu Kredit dan Pinjaman Online agar Tak Lagi Bingung Pilih Layanan

Editor: Agus Sigit

Dunia lambat laun pulih dan mendapatkan ritmenya kembali pasca porak poranda akibat pandemi virus Corona. Tak dapat dipungkiri jika pandemi tersebut memicu kekacauan pada hampir semua sektor kehidupan manusia di belahan dunia manapun. Salah satu yang terkena imbas paling besar adalah sektor ekonomi yang menjadi sangat pasif dan banyaknya kalangan masyarakat yang mengalami penurunan penghasilan, bahkan kehilangan pekerjaan.

Padahal, kebutuhan sehari-hari masih harus dipenuhi tanpa terkecuali sembari bertahan di tengah penyebaran virus Corona. Untuk keluar dari situasi yang memilukan tersebut, tak sedikit orang yang berusaha menekan pengeluaran agar isi tabungan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akan tetapi, meski telah diupayakan dengan sedemikian rupa, memenuhi kebutuhan sehari- hari saat penghasilan menipis sangatlah sulit untuk dilakukan. Alhasil, agar tetap bisa terpenuhi, banyak orang yang mulai melirik produk pinjaman berbasis online dan kartu kredit.

Bukan suatu hal yang baru jika aplikasi pinjaman uang online dan kartu kredit acap kali dijadikan sebagai jalan keluar untuk mendapatkan dana cepat dan mengatasi masalah keuangan mendesak. Meski begitu, jika keduanya disejajarkan, produk pinjaman manakah yang lebih tepat dipilih untuk menyiasati problem finansial Anda saat ini? Nah, bagi Anda yang masih bingung, berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan antara kartu kredit dan pinjaman online yang cocok sekali untuk disimak.

1. Institusi yang Menaungi Layanan Kartu Kredit dan Pinjaman Online
Pada dasarnya, kartu kredit dan pinjaman online memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak bisa disejajarkan. Dalam kata lain, di antara keduanya, tak ada yang benar-benar lebih unggul ketimbang yang lainnya. Melainkan, pemilihan kartu kredit atau pinjaman online harus berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial penggunanya. Secara institusi atau lembaga keuangan yang menerbitkan layanan, kartu kredit dan pinjaman online sudah jelas berbeda. Kartu kredit umumnya ditawarkan dan diterbitkan oleh lembaga keuangan konvensional atau perbankan. Misalnya, layanan pengajuan kartu kredit Mandiri tentu saja difasilitasi oleh Bank Mandiri. Di sisi lain, pinjaman online adalah produk keuangan berbasis digital yang bisa diajukan melalui fintech P2P lending.

Jika dilihat dari sisi institusi, sekilas terlihat bahwa kartu kredit adalah layanan yang lebih aman diajukan ketimbang pinjaman online. Pasalnya, hampir semua perbankan yang beroperasi di Indonesia pasti memiliki izin usaha yang jelas dan terjamin legalitasnya. Sedangkan, hanya segelintir fintech penyedia pinjaman online saja yang legal dan terpercaya. Ancaman pinjaman online palsu dan ilegal sangat banyak bertebaran di internet dan tak henti-hentinya mengintai.

Namun, masalah legalitas dan kredibilitas layanan pinjaman online ini bisa dengan mudah disiasati dengan memilih fintech yang terdaftar di OJK. Untuk mengeceknya, Anda dapat mengunjungi situs resmi OJK dan melihat pengumuman mengenai daftar pengelenggara fintech lending terdaftar dan berizin. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa aturan dan ketentuan pinjaman online dari fintech tersebut telah sesuai dengan regulasi resmi yang berlaku.

2. Kecepatan dan Kepraktisan Proses Pengajuan Selanjutnya, mengenai kecepatan dan kemudahan proses pengajuan, tak ada yang bisa membantah jika pinjaman online jauh lebih unggul ketimbang kartu kredit. Alasannya tak lain karena fintech biasanya memasang syarat dan ketentuan yang ringan agar bisa diakses oleh mayoritas kalangan masyarakat. Yang paling menarik perhatian adalah ditiadakannya syarat agunan dan dapat diajukan hanya dengan melampirkan dokumen pribadi saja, seperti, KTP, slip gaji, dan NPWP.

Proses pengajuannya pun bisa dilakukan dengan instan. Bahkan, dalam kurun waktu 1 x 24 jam saja dana pinjaman online sudah bisa dicairkan. Jadi, tak mengherankan jika produk pinjaman berbasis digital tersebut lebih populer dipilih untuk mengatasi masalah keuangan mendesak. Sementara itu, untuk kartu kredit, proses pengajuannya bisa dibilang cukup panjang dan kompleks. Calon nasabah akan diminta untuk melakukan BI checking serta verifikasi data secara mendetail.

Selain itu, kartu kredit secara umum memiliki fungsi sebagai alternatif alat pembayaran. Artinya, kartu kredit kurang cocok dijadikan sebagai media untuk mendapatkan dana langsung tunai. Oleh karena itu, sadari bahwa proses pengajuan produk pinjaman ini relatif lebih rumit ketimbang pinjaman online.

3. Tingkat Bunga Kartu Kredit dan Pinjaman Online Tak kalah pentingnya, perbandingan terakhir yang perlu Anda ketahui antara kartu kredit dan pinjaman online adalah tingkat bunga yang dibebankan. Faktanya, karena memberlakukan syarat dan proses pengajuan yang lebih ringan, risiko yang diterima oleh penyedia pinjol menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya, pinjaman online membebankan suku bunga yang relatif lebih tinggi. Berdasarkan aturan OJK, bunga maksimal dari pinjaman online adalah 0,8 persen setiap hari, atau setara 24 persen per bulan. Pastinya, jika tidak diperhitungkan sedari awal, tingkat bunga yang relatif tinggi ini ini dapat mengacaukan kondisi keuangan. Di sisi lain, beban bunga pada kartu kredit hanya berkisar di angka 2 persen saja. Selain itu pula, Bank Indonesia telah menurunkan minimum pembayaran cicilan kartu kredit menjadi 5 persen saja. Jadi, dalam aspek tingkat bunga yang dibebankan, jelas terlihat jika kartu kredit jauh mengungguli pinjaman online.

Lalu, Lebih Baik Pilih Kartu Kredit atau Pinjaman Online?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, baik kartu kredit dan pinjaman online mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Anda tidak bisa memilih salah satu layanan untuk memenuhi segala kebutuhan atau menuntaskan masalah keuangan apapun. Melainkan, Anda perlu menentukan sendiri produk pinjaman mana yang lebih baik untuk dipilih sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat urgensi dari masalah finansial yang sedang Anda hadapi.

BERITA REKOMENDASI