48,8 Persen Wilayah Indonesia Masuki Kemarau

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Analisis BMKG hingga 20 Juni 2020 menunjukkan hanya 48,8 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim hujan.

“Analisis BMKG hingga 20 Juni 2020 menunjukkan bahwa 51,2 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau, sedangkan sisanya masih mengalami musim hujan,” kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal.

Herizal menyampaikan wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir timur Aceh, bagian barat Sumatra Utara, pantai timur Riau-Jambi, pesisir utara Banten, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian besar Jawa Timur, dan sebagian Bali.

Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Pulau Buru, dan Papua Barat bagian timur.

Herizal menjelaskan musim kemarau ditandai oleh berkurangnya hari hujan dan rendahnya jumlah curah hujan yang terukur di permukaan. Sebagian besar wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Jawa Timur misalnya, telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut (deret hari kering) berkisar antara 20-60 hari.

“Sedangkan Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Utara telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut berkisar antara 10-30 hari,” ujarnya.

Herizal berkata curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada pertengahan Juni 2020 berada pada kriteria ‘rendah’, yakni 0-50 mm/dasarian.

Curah hujan kriteria ‘menengah’, yakni 50-150 mm/dasarian terjadi di Aceh bagian selatan, Riau, Lampung bagian selatan, Jawa Tengah bagian barat, Kalimantan Barat bagian barat laut, dan Maluku Utara.

Sedangkan curah hujan kategori ‘tinggi’, yakni >150 mm/dasarian terjadi di Sulawesi Tengah bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Pulau Seram bagian barat, Papua Barat bagian barat dan Papua bagian tengah khususnya di sekitar Timika.

“Prediksi curah hujan pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2020 umumnya akan berada pada kisaran kriteria rendah (0-50 mm/dasarian) hingga menengah (50-150 mm/dasarian) di sebagian besar wilayah,” ujar Herizal. (*)

BERITA REKOMENDASI