52 Santri Ikuti Diklat Penerbangan

TANGERANG.KRJOGJA.com–Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) membuka Diklat Diploma bagi santri lulusan pondok pesantren. Program diklat ini merupakan program beasiswa yang diberikan pemerintah kepada para santri terbaik, yang mempunyai bakat dan keinginan untuk bekerja di bidang penerbangan. 

"Sebanyak 52 santri lulusan terbaik pondok pesantren yang mengikuti Diklat Diploma tahun ini," kata Kepala BPSDMP, Djoko Sasono usai membuka Diklat Diploma bagi santri lulusan Pondok Pesantren, di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Senin (05/03/2018).

Diklat yang diberikan kepada santri, yaitu Program Studi Non Diploma Penerbang (ND PNB) diikuti empat (4) orang peserta dengan pelaksanaan diklat selama 18 bulan, Pogram Studi Diploma IV Teknik Pesawat Udara (DIV TPU) diikuti 24 orang peserta dengan pelaksanaan diklat selama 4 tahun, dan Program Studi Diploma III Operasi Bandar Udara (DIII OBU) diikuti 24 orang peserta dengan pelaksanaan diklat selama 3 tahun. "Mereka akan mengikuti pendidikan di STPI," ujar Djoko.

Djoko mengatakan, dengan adanya program beasiswa tersebut, diharapkan santri lulusan pondok pesantren dapat menjadi insan perhubungan yang bekerja dengan penuh integritas, dan penuh tanggung jawab. "Pada program beasiswa ini juga pemerintah memberi kesempatan kepada santri-santri terbaik lulusan pondok pesantren yang memiliki bakat dan keinginan untuk belajar dan bekerja di bidang penerbangan nantinya," tambahnya.

Selain diklat kepada para santri, STPI Curug juga memberikan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) bagi masyarakat sekitar Curug. Mereka akan dididik diklat basic security dengan peserta 100 orang, diklat dasar pengelasan dengan peserta 25 orang dan diklat dasar instalasi listrik dengan peserta 25 orang. 

Diklat pemberdayaan masyarakat ini merupakan diklat pendek yang dilaksanakan dalam kurun waktu beberapa minggu. "Setelah mengikuti diklat, peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk bekerja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki," ujar Djoko. 

Djoko menjelaskan, program DPM ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan keterampilan kepada warga yang tidak mampu untuk menjadi bekal mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian, mereka dapat mempunyai peran aktif dan positif yang dapat diterima dan bermanfaat di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, BPSDMP juga membuka diklat kerjasama luar negeri yang dilaksanakan oleh STPI Curug dengan Pemerintah Timor Leste. Dalam program ini terdapat 54 orang peserta dari Timor Leste yang mengikuti diklat kerjasama tersebut.

Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi menjelaskan, dalam pelaksanaan kerja sama dengan pemerintah Timor Leste, diselenggarakan 9 diklat pendek, yaitu Diklat Air Traffic Control (ATC) Training, Aeronautical Information Service (AIS), Communication Navigation Surveillance (CNS), Basic Airport Operation, Airport Electrical Course, Basic PKP-PK, Junior PKP-PK, Basic Aviation Security, dan Junior Aviation Security. Diklat kerjasama luar negeri di bidang penerbangan ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintahan Timor Leste dalam bidang pelatihan penerbangan. (Imd)

BERITA REKOMENDASI