647 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selang tiga pekan sejak pemerintah mengumumkan keputusan pembatalan keberangkataan haji, sebanyak 647 jemaah telah mengajukan pengembalian setoran pelunasan.

“Sejak 3 Juni atau sehari setelah pengumuman pembatalan keberangkatan hingga hari ini, sudah 647 jemaah mengajukan pengembalian setoran pelunasan,” terang Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI Muhajirin di Jakarta, Rabu (23/06/2020).

Dijelaskan Muhajirin, setelah memutuskan batal memberangkatkan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk menarik kembali setoran pelunasannya. Permohonan pengembalian diajukan jemaah ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Pengajuan lalu diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Penerima Setoran (BPS).

“Setelah mendapat Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, BPS akan mentransfer dananya ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap Kankemenag Kabupaten/Kota. Sejauh ini, pengurusan pengembalian setoran pelunasan jemaah sesuai prosedur, maksimal sembilan hari,” ujar Muhajirin.

Dari 647 yang mengajukan, sebanyak 601 sudah terbit SPM dari BPKH dan sudah diterima BPS Bipih. “Kalau sudah ada SPM, BPS Bipih tinggal mentransfer ke rekening jemaah,” lanjutnya.

Muhajirin menambahkan, 647 jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan, tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan jumlah pengajuan terbesar, yakni Jawa Timur (124), Jawa Tengah (111), Jawa Barat (99), Sumatera Utara (48) dan Lampung (37).

“Ada empat provinsi dengan satu jemaah yang mengajukan permohonan, yaitu Maluku, Papua, Bangka Belitung dan Kalimantan Utara,” ucap Muhajirin. (Feb/Ati)

BERITA REKOMENDASI