700 Jemaah Berpaspor Filipina Diperiksa Polisi

JAKARTA (KRjogja.com) – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mendalami kasus 700 jemaah haji Indonesia yang lolos ke Arab Saudi menggunakan paspor Filipina. Sebagian dari jemaah haji tersebut sudah berada di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dan akan diperiksa penyidik selama dua hari.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan rencananya pemeriksaan terhadap pada jemaah dilakukan di Arab Saudi. Tetapi, para penyidik tidak mendapat izin dari otoritas Saudi. Alhasil, tim Bareskrim hanya membantu memulangkan para jemaah ke Indonesia.

"Jadi tim sudah ada di Arab, tapi oleh otoritas di sana tidak boleh, makanya kami hanya membantu memulangkan mereka," ujar Agus, dikutip dari akun Facebook Divisi Humas Polri, Selasa (20/09/2016).

Agus mengatakan pemeriksaan sempat dijalankan di Manila, Filipina. Tetapi, karena sebagian jemaah haji sudah dipulangkan, pemeriksaan akhirnya diputuskan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede.

"Kami masih menunggu kepastian dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) ada berapa total jemaah yang lolos melalui Filipina, dan kami diberi waktu untuk memeriksa yang ada selama dua hari," ucap Agus.

Sebanyak 177 calon jemaah haji Indonesia berpaspor Filipina gagal berangkat ke Tanah Suci. Mereka ditahan oleh pihak otoritas imigrasi Filipina lantaran menggunakan paspor ilegal.

Meski begitu, ternyata terdapat calon jemaah haji Indonesia berpaspor Filipina yang berhasil melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Jumlahnya diperkirakan mencapai 700 orang. (*)

 

BERITA REKOMENDASI