8 Guru Honorer Kebumen Gugat Menteri PAN-RI, Ini Sebabnya..

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebanyak 48 Guru honorer Kabupaten Kebumen menggugat Presiden dan Menteri PAN RB ke PN Jakarta Pusat. 

Pengacara Guru Honorer Andi Asrun di Jakarta,Kamis (12/11 2018) mengatakan sidang pertama sudah dilaksanakan dipimpin Hakim Ketua Agustinus Wahyu hari Kamis 22 Nov 2018.  Tetapi Presiden dan Menteri PAN RB tidak hadir ataupun mengirim kuasa hukumnya ke sidang. Karena itu, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat memerintahkan Panitera agar Presiden dan Menteri PAN RB dipanggil kembali untuk hadir sidang 13 Desember 2018. 

Dia mengakui para Penggugat merasa kecewa karena telah gagal menemui Presiden sekalipun guru-guru honorer telah berdemo selama 3 depan Istana Merdeka dan juga gagal menemui Menteri PAN RB. Para penggugat ini telah bekerja antara 10 sampai 25 tahun mulai tingkat SD, SMP, SMA, dengan honor 250.000 sampai 300.000 per bulan.

"Besar honor ini sangat tidak manusiawi. Sudah menerima honor sangat kecil masih dihambat ikut seleksi akibat syarat 35 tahun. Syarat usia ini seharusnya diterapkan para 'fresh graduate' bukan diterapkan kepada guru-guru yang telah bekerja lebih dari 10 tahun." 

Mereka, kata Andi menuntut janji Presiden Jokowi untuk memperhatikan nasib guru honorer saat menghadiri HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Stadion Bekasi pada bulan November 2017. Janji tinggal janji. Selain gugatan perbuatan melawan hukum di PN Jakarta Pusat, guru honorer juga mengajukan uji materi Peraturan Menteri PAN RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan CPNS 2018. (Ati)

BERITA REKOMENDASI