Ada Bom Bunuh Diri, MUI: Bukan Bentuk Kesyahidan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa bom bunuh diri dalam kondisi atau daerah damai hukumnya haram dan bukan merupakan tindakan mencari kesyahidan.

“Tapi, merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs),” ujar Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Kamis (1/4/2021) malam.

MUI menyatakan aksi bom bunuh diri maupun serangan yang menyebabkan kerusakan, hilangnya, maupun mengancam nyawa orang lain merupakan tindakan teror dan tidak sesuai dengan ajaran agama.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menanggapi aksi teror beberapa waktu ini dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat yang berwenang.

“Mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka pencegahan terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan ideologi dan agama tertentu,” katanya kepada media.

BERITA REKOMENDASI