Ada Ikatan Historis Antara Yogya – Trenggalek

Editor: KRjogja/Gus

TRENGGALEK (KRjogja.com) – Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ternyata memiliki ikatan kesejarahan yang kuat dengan Yogyakarta, khususnya terhadap keberadaan Kraton Yogyakarta. Berdasar kajian sejarah, masyarakat Trenggalek sudah menjadi pendukung utama Pangeran Mangkubumi yang akhirnya bergelar Sri Sultan HB I saat pecah perang dengan Belanda hingga lahir Perjanjian Giyanti.

"Akar sejarah dengan Kraton Yogyakarta tersebut perlu digali yang harapannya mampu membawa dampak positif, khususnya dalam hal pengembangan wisata baik Kabupaten Trenggalek maupun DIY," tutur Wakil Bupati Trenggalek H Muhammad Nur Arifin saat menerima kunjungan Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY di Ruang Bhawarasa Rumah Dinas Kabupaten Trenggalek, Rabu (28/9). Kegiatan ini dilakukan Rabu-Jumat (28-30/9).

Dikatakan Nur Arifin, potensi yang dimiliki Trenggalek terus digali untuk mencari roadmap pariwisata yang bisa dikunjungi. Pasalnya Trenggalek banyak memiliki komponen, mulai alam, kebudayaan fisik maupun nonfisik, situs kreasi budaya, kesenian, kreativitas seni kekinian dari UMKM dan lainnya.

"Sinergi pariwisata dan budaya menjadi potensi yang memungkinkan dikembangkan di Trenggalek," jelasnya.
Posisi Trenggalek yang berada di tengah antara poros Yogyakarta dengan Malang yang dihubungkan jalur baru lintas selatan menjadi tempat strategis untuk mewujudkan center of meeting antara wilayah barat yang didominasi budaya adiluhung serta budaya timur yang didominasi seni kreasi.

Keberadaan bandara dan pelabuhan juga akan mampu mewujudkan paket kunjungan Yogyakarta dan Trenggalek. Namun begitu Nur Arifin menegaskan agar keadiluhungan itu jangan sampai hilang dan hendaknya tidak melupakan sejarah. (R-7)

 

 

BERITA REKOMENDASI