Ada Isu Soal Harga Telur Ayam Ras, Ini yang Sebenarnya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diamita mengsku dibuat penasaran atas diberitakannya bahwa telur ayam ras di Indonesia jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan harga telur ayam ras di negara tetangga yakni Malaysia.

"Untuk itu saya memerintahkan stafnya untuk menelusuri kebenaran berita tersebut. Namun, setelah ditelusuri via media bahwa berita tersebut tidaklah benar,"  tutur Ketut dalam pernyataanya di Jakarta, Minggu (25/11/2018). Sesuai laporan harga harian di tingkat produsen dari Lembaga Otoritas yang mengatur pemasaran produk hasil pertanian di Malaysia melalui situs resmi http://www.fama.gov.my dan direct link harga ttp://www.fama.gov.my/en/web/pub/harga-pasaran-terkini rata-rata telur ayam ras 22 November untuk  tingkat peternak 38 RM per 100 butir telur. 

Jika dikonversi ke rupiah, menurut Ketut, per kg dengan asumsi 1 kg telur sama dengan 17 butir, maka rata-rata senilai Rp.22.513 per kg. Sedangkan untuk tingkat konsumen, FAMA menginformasikan harga per butir telur seharga 0.43 RM atau Rp.25.475 per kg berarti menggambarkan harga telur ayam ras di Malaysia, sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan harga telur di Indonesia.

Berdasarkan laporan dari Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) di daerah, tercatat di Minggu ke-II  November 2018  harga telur  di Indonesia rata-rata berada di kasaran Rp. 19.209,- per kg. Ini terjadi kenaikan sebanyak 1,58% dibandingkan dengan  rata-rata Minggu ke-II bulan sebelumnya yaitu harga Rp.18.909,-. "Harga ini sudah sesuai dengan Harga Acuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," ungkap Ketut.

Ia katakan bahwa Harga Acuan Pembelian di tingkat petani yang diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag No 96 tahun 2018, yaitu dengan kisaran Rp. 18.000,-/Kg hingga Rp. 20.000,-/Kg. Selama satu bulan ini harga telur di tingkat peternak di 14 wilayah Provinsi sudah mulai merangkak naik setelah sebelumnya mengalami kondisi rendahnya rata-rata harga pada bulan Oktober di tingkat produsen sebesar Rp 18.909 dan konsumen Rp 22.040.

Berdasarkan hasil monitoring harga dari petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) pada 23 November rata-rata harga telur ayam ras di tingkat peternak mencapai  Rp 19.963,-/Kg. Sedangkan pada tingkat konsumen hasil pencatatan dari Situs PIHPS Bank Indonesia pada tanggal yang sama harga telur sebesar Rp. 23.150 per kg. "Ini dapat kita simpulkan  bahwa harga telur ayam ras di Indonesia  baik di tingkat peternak maupun di pasar-pasar konsumen masih sedikit dibawah harga di pasar Malaysia," jelas Ketut.

Fini Mufiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan mengatakan, pantauan harga dari petugas PIP di tiga sentra utama telur pada 23 November di tingkat peternak Provinsi Jabar Rp. 20.190/Kg lebih tinggi sedikit, Jateng Rp. 19.760/Kg sudah sesuai dan Jatim Rp. 19.360/Kg masih sesuai dibanding dengan harga acuan Permendag 96/2018 adalah Rp. 18.000 s.d. Rp. 20.000. Sedang harga di tingkat konsumen di Provinsi Jabar Rp. 22.650/Kg lebih rendah, Jateng Rp. 22.177,-/Kg lebih rendah, dan Jatim Rp. 21.667,-/Kg masih lebih rendah dibanding dengan Harga acuan Permendag 96/2018 adalah Rp. 23.000/Kg. (Ful)

BERITA REKOMENDASI