Adaptasi Kebiasaan Baru, Menag Apresiasi Peran Ibu

JAKARTA, KRJOGJA com – Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi peran kaum ibu memasuki tahapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam merespon pandemi Covid-19. AKB diperlukan agar masyarakat tetap bisa produktif dan aman Covid.

Menurut Menag, Indonesia sekarang tengah memasuki tahapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam merespon pandemi Covid-19. AKB diperlukan agar masyarakat tetap bisa produktif dan aman Covid.

Bersamaan dengan ABK, maka sudah mulai ada mobilitas penduduk, pelaksanaan ibadah di rumah ibadah, termasuk pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang berada di zona aman Covid. Aktivitas perkantoran juga mulai dibuka.

“Namun, kondisi ini tidak boleh menyebabkan lengah. Semua harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, kita tetap produktif dan aman covid,” pesan Menag.

“Terima kasih atas bantuan sosial yang Kowani berikan selama pandemi, juga atas sosialisasi dan edukasi, mengajak masyarakat menjalani ABK dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya..

Dalam kesempatan yang sama
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam menyikapi pandemi ini dengan nalar, bijak dan empati dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru.

“Adaptasi kebiasaan baru adalah sebuah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah dengan kegiatan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Giwo

Perubahan perilaku yang dimaksud meliputi perubahan perilaku secara individu dengan meningkatkan kebersihan diri dan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku.

BERITA REKOMENDASI