Adat dan Budaya Daerah Mempererat Indonesia

SOLO, KRJOGJA.com – Kearifan lokal dan seni budaya daerah, akan lebih tergali, lebih berkembang, diharapkan akan menjadi primadona yang mendukung sektor industri pariwisata di daerah-daerah di Indonesia.

Masyarakat adat yang direpresentasikan di 52 kerajaan yang tersebar di nusantara harus berperan aktif untuk melestarikan seni budaya serta kearifan lokal yg merupakan warisan leluhur nenek moyang nusantara yang dikenal adi luhung.

Demikian dikatakan Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) KPH Dr Eddy Wirabhumi, SH, MM usai mengikuti diskusi Panel Masalah Adat Daur Hidup di di Puri Dalem Selaparang Lendangnangka, Lombok Timur. Dalam kesempatan itu ketua harian MAKN Dr Eddy juga mengukuhkan pengurus MAKN Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Minggu (13/9/2020) Dr Eddy mengatakan dalam diskusi Panel Masalah Adat Daur Hidup itu dibahas tentang kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan dari faktor seni dan budaya. “Sejak jaman nenek moyang kita dahulu, seni dan budaya ini sudah ada, bahkan menyatu dengan masyarakat.” papar Dr Eddy Wirabumi yang akrab dipanggil Kanjeng Wira.

Dipaparkanistilah seni berasal dari kata “sani”. Dalam bahasa Sansekerta berarti persembahan, pemujaan dan pelayanan yang berhubungan dengan upacara keagamaan. “Sementara budaya dalam bahasa Sansekerta (budhayah) artinya hal-hal yang berkaitan dengan akal budi manusia.” tuturnya.

Sehingga jika disatukan, pengertian Seni Budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia mengenai cara hidup yang berkembang pada suatu kelompok yang memiliki keindahan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Dr Eddy sempat menceriterakan awal dibentuknya MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara), organisasi yang berkiprah dalam pelestarian kearifan lokal dan pengembangan budaya daerah, untuk memperkaya khasanah kebudayaan nasional. Seperti diketahui MAKN dibentuk dalam Musyawarah Agung I di Denpasar, Bali pada 06-07 Agustus 2019.

Dalam kesempatan itu Ketua Harian MAKN, KPH. Dr Eddy Wirabhumi, SH, MM. (Kraton Kasunanan Surakarta) dan Sekjen MAKN, Dra. Hj. R. Ay. Yani WSS Kuswodidjoyo (Pengageng Kesultanan Sumenep) mengukuhkan Dewan Pengurus MAKN di wilayah NTB (Nusa Tenggara Barat).

Pengurus MAKN Nusa Tenggara Barat (NTB)
terdiri dari gabungan delapan Dewan Kerajaan, yaitu :
a. Kesultanan Dompu
b. Kedatuan Selaparang
c. Kedatuan Pajenggik
d. Kedatuan Langko
e. Kedatuan Sokong
f. Kedatuan Pujut
g. Kedatuan Bayan
h. Kerajaan Sanggar
Susunan pengurus MAKN NTB sebagai berikut :
Pengarah DPP MAKN :
Hj. RR. Mira KahrulnZaman SE, MM. (Kesultanan Dompu)
– Pocut Meurah Nene, SH, MH. (Kesultanan Aceh Darussalam)
– Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi (Kedatuan Selaparang).
Sementara
Korwil NTB :
Ir. H. Lalu Gafar Ismail Kertanegara, MM. (Selaparang)
Ketua Harian NTB :
H. Lalu Gde Syamsul Mujahidin, SE. (Pujut)
Ketua I :
H. Lalu Mahdarain, ST. (Pajenggik)
Ketua II :
H. Lalu Artum, SH. (Langko)
Ketua III :
Lalu Witabakti, SH. (Selaparang)
Sekretaris :
H. Datu Jatadi, SH. (Sokong)
Wakil Sekretaris :
Teuku Yunansah (Aceh Darussalam)
Bendahara :
H. Lalu Sujian, SH. (Selaparang)
Wakil Bendahara :
Lale Yaqutunnafis, SPd. (Pujut).-(Hwa).

BERITA REKOMENDASI