Ahli Waris dan Keluarga Penumpang SJ182 Harus Dapat Perlindungan Hak Perdata

Kecelakaan ini melibatkan perusahaan besar di Amerika Serikat yaitu Boeing. Ada kemungkinan ini mengenai kesalahan pabrik pembuat pesawat Boeing 737-500

“Kita harus menunggu hasil investigasi teknis kenapa pesawat ini di Amerika serikat. Kantor Pengacara kami memiliki pengalaman bekerja sama dengan kantor pengacara Herrmann Law Group di Seattle Amerika serikat dalan kasus kecelakaan Lion Air JT160 29 Oktober 2018,” Pangestutomi.

Menurut dia, firma mereka mewakili 46 keluarga korban dan menenangkan dan membuktikan kesalahan ada pada Boeing. “Jadi Boeing memberikan ganti kerugian perdata kepada ahli waris JT160 secara layak dan keluarga korban bisa melanjutkan kehidupan ekonomi secara layak,” jelasnya.

Pangestutomi melanjutkan, bantuan yang boleh diterima adalah bantuan yang diberikan tanpa syarat untuk membebaskan para pihak yang sangat patut diduga bertanggung jawab dalam kejadian SJ182 ini.

Dalam pengalaman mendampingi para keluarga korban Lion JT 160, Pangestutomi mengatakan, para keluarga korban banyak yang terlanjur terjebak dalam uluran bantuan yang menyesatkan.

Artinya diberikan santunan tetapi wajib membebaskan para pihak yang diduga kuat bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Karena itu lanjut Pangestutomi, menganjurkan agar para keluarga korban menunjuk pengacara.

BERITA REKOMENDASI