Air untuk Masjid Masih Jadi Masalah

PALU, KRJOGJA.com – Meski lokasinya seratus meter dari daerah yang terkena likuifaksi, namun Masjid Miftahul Huda di RW 4 RW 8 Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu masih kokoh berdiri dan aman untuk digunakan. Meski begitu bukan berarti tanpa masalah.  Usai gempa air sumur masjid tersebut mampet.  Untuk memenuhi kebutuhan wudhu dan kamar mandi, harus disuplai dari luar. 

"Sumur bor di masjid ini perlu diperdalam lagi," kata Ustadz Romadhon, imam masjid tersebut kepada 'KR'saat menyerahkan bantuan pembaca, Jumat (2/11/2018) sore.

Pada kesempatan ini Direktur Produksi KR Baskoro P Jati menyerahkan bantuan berupa beras dan gula pasir. Para penerima sebanyak 34 KK di sekitar Masjid Miftahul Huda. 

Agus Effendi (tokoh masyarakat)  menambahkan, kalau tidak ada yang menyumbang air, tandon yang sudah ada kosong,  sehingga kamar Mandi akan kering. Namun untuk kebutuhan wudhu, ada warga yang mengalirkan jaringan air sampai samping masjid. 

"Tapi kalau penggunaannya bersamaan,  aliran air kecil," katanya sambil menambahkan perlunya masjid mempunyai sumber air sendiri. 

Agus Effendi juga menjelaskan,  saat terjadi likuifaksi, halaman masjid ini terbelah dan menyemburkan air bercampur lumpur seperti di Porong Sidoarjo. Namun setelah itu belahan rapat lagi dan lumpur tidak keluar. 

"Namun halaman masjid tetap penuh air, karena mendapat kiriman dari wilayah yang terkena likuifaksi," tambah Sudiarto, juga tokoh masyarakat. "Air mengalir melalui dalam rumah saya ini," tambahnya sambil makan malam bersama para pengungsi. (Fie) 

BERITA REKOMENDASI