Airlangga Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Membaik

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 berada di kisaran minus 1,6 persen hingga 0,6. Artinya, ekonomi domestik diproyeksi kian membaik pada akhir tahun. Bahkan, keluar dari resesi ekonomi.

“Kami harap tren pada kuartal IV 2020 bisa positif, minus 1,6 persen hingga 0,6 persen. Semoga tren positif,” kata Airlangga.

Hingga kuartal III 2020, laju ekonomi Indonesia masih minus 3,49 persen secara tahunan. Meski terkontraksi, Airlangga mengklaim angkanya lebih baik dari posisi kuartal II 2020 yang mencapai minus 5,32 persen.

Sementara, ekonomi Indonesia tumbuh positif jika dilihat secara kuartalan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi kuartal III 2020 tumbuh 5,05 persen jika dibandingkan dengan kuartal II 2020. “Jadi Indonesia melompat pada kuartal III 2020,” imbuh Airlangga.

Menurut dia, apa yang terjadi di Indonesia sejalan dengan pergerakan ekonomi di negara lain. Amerika Serikat (AS) misalnya, ekonomi negara itu tercatat minus 2,9 persen atau membaik dari kuartal II 2020 yang terkontraksi hingga 9 persen.

Lalu, ekonomi kawasan Eropa juga membaik pada kuartal III 2020, yakni minus 4,3 persen. Sebelumnya, ekonomi di kawasan Eropa anjlok hingga minus 15 persen pada kuartal II 2020.

Kemudian, ekonomi Prancis pada kuartal III 2020 tercatat minus 4,3 persen atau membaik dari kuartal II 2020 yang minus hingga 19 persen. Kemudian, ekonomi Korea Selatan pada kuartal III 2020 minus 1,3 persen, membaik dari posisi kuartal II 2020 yang minus 2,9 persen.

Hal yang sama terjadi di Hong Kong. Ekonomi negara itu minus 3,4 persen pada kuartal III 2020, sedangkan pada kuartal II 2020 terkontraksi hingga 9 persen.

Selanjutnya, ekonomi Singapura pada kuartal II 2020 sempat menembus minus 13,2 persen. Namun, kondisinya membaik pada kuartal III 2020 menjadi minus 7 persen.

Senada, ekonomi Meksiko anjlok hingga negatif 18,92 persen pada kuartal II 2020. Lalu, ekonomi negara itu mulai pulih meski masih minus sebesar 8,6 persen pada kuartal III 2020. (*)

BERITA REKOMENDASI