Airlangga Tanggapi Pernyataan Bamsoet

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menanggapi pernyataan Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menyebut penonaktifan 10 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar di Maluku merupakan bentuk sikap otoriter pengurus Partai Golkar.

Ia menjelaskan Golkar merupakan partai politik yang memiliki struktur organisasi. Menurutnya, penonaktifan 10 Ketua DPD II Partai Golkar di Maluku merupakan urusan dari DPD I Golkar Maluku. "Kalau tingkat II koordinasinya ke tingkat I, provinsi," kata Airlangga.

Dia pun menegaskan bahwa Golkar merupakan partai politik yang demokrasi dan mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Menurutnya, penonaktifan 10 Ketua DPD II Partai Golkar di Maluku karena terkait dengan sebuah kasus yang spesifik, bukan lantaran sempat memberikan dukungan kepada Bamsoet untuk maju menjadi calon Ketum Partai Golkar 2019-2014.

Airlangga pun membantah bahwa langkah penonaktifan 10 Ketua DPD II Partai Golkar di Maluku dilakukan atas dasar arahan dari DPP Partai Golkar. (*)

BERITA REKOMENDASI