Akibat Rokok dan Miras Ilegal Negara Rugi Rp 5,8 M

JAKARTA.KRJOGJA.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan kembali melakukan penindakan terhadap peredaran rokok, rokok elektrik, dan minuman keras ilegal di berbagai daerah.

Penindakan ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 152/PMK.010/2019 yang mengatur tentang kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran (HJE) yang akan berlaku 1 Januari 2020, Bea Cukai terus.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Syarif Hidayat dalam rilisnya kepada media mengatakan, upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Penindakan juga dimaksudkan untuk memastikan pasar dalam negeri diisi oleh produk legal dari para pelaku usaha yang taat terhadap ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai.

Dia menjelaskan dari beberapa yang diamankan para pelaku telah menggunakan modus konvensional dalam mengedarkan rokok ilegal.

Di samping itu para pelaku juga menggunakan modus lain yaitu menjualnya melalui marketplace berbasis e-commerce.

“Dari kasus peredaran rokok elektrik ilegal yang telah kami ungkap, modus yang digunakan para pelaku adalah dengan menjual barangnya melalui toko online. Melalui Tokopedia, Bukalapal, hingga Instagram," kata Syarif, Jumat (25/10/2019).

Dia mengatakan dari hasil penindakan tersebut, total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5,8 miliar.

Adapun jumlah ini terdiri dari barang yang telah diamankan petugas diantaranya sebanyak 8.074.940 batang rokok, 135.270 batang heatstick (rokok elektrik), 21.650 gram tembakau iris, 2.700 batang cerutu, hingga 228 botol minuman keras tanpa pita cukai.

Seluruh penangkapan tersebut, kata dia, menambah daftar panjang penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai.(*)

BERITA REKOMENDASI