Aksi 115 Desak OKI Bebaskan Baitul Maqdis

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Aksi solidaritas 115 di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta yang dilakukan oleh ribuan umat Islam mendesak dilakukannya sidang darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk pembebasan Baitul Maqdis, Jumat (11/05/2018).

"Kepada OKI agar menentang keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan segera mengelar sidang darurat," kata Anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Ustadz Bachtiar Nasir.

Dikatakannya desakan sidang darurat itu untuk membatalkan pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak lewat pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bachtiar Nasir juga meminta kepada Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa, agar berlaku tegas atas pelanggaran AS dan Israel atas resolusi-resolusi perdamaian Palestina.

Sementara itu bagi pemerintah Indonesia, lanjut dia, supaya menggunakan jaringannya di OKI dan PBB untuk menekan Trump. Dia juga meminta pemerintah untuk mengutamakan diplomasi luar negeri dengan Palestina sebagai jantung hati kebijakan. Dalam kesempatan itu, Bachtiar Nasir meminta umat Islam Indonesia untuk bersatu memperjuangkan Palestina sehingga merdeka dari penjajah.

Senada, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Zaitun Rasmin juga menyampaikan kepada massa aksi bela Palestina tentang hasil Ijtima Ulama MUI di Banjarmasin terkait resolusi untuk Baitul Maqdis. "Memperkuat dan mendukung penuh keputusan Ketua Harian MUI Pusat menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Palestina," kata Zaitun.

Baitul Maqdis sendiri merupakan sebutan untuk Masjidil Aqsa dan sekitarnya yang terletak di Yerusalem. Situasi Yerusalem memanas setelah Amerika Serikat berupaya memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke Yerusalem.

Hal itu disebut sebagai tindakan ilegal karena tidak mendapatkan persetujuan internasional dan mendapat tentangan dari sejumlah negara termasuk Indonesia. Terkait hal itu, Zaitun mengatakan Muslim wajib menentang dan menolak Amerika Serikat menjadikan wilayah Baitul Maqdis sebagai kantor Kedubes AS. "Penolakan bisa dengan cara beraksi, berdemonstrasi dan apapun untuk menentangnya," imbuhnya.

Wasekjen MUI juga mengajak umat Islam agar memberi bantuan kepada Palestina dengan dana, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Hal itu bisa meringankan beban rakyat Palestina yang menderita akibat blokade oleh otoritas Israel dan kekurangan suplai kebutuhan sehari-hari. Dia juga mendorong agar negara-negara memutus hubungan diplomatik dengan Israel.

Zaitun juga mengingatkan setiap bangsa untuk menentang segala kezaliman seperti terjadi di Palestina, Rohingya, Pattani dan di manapun tindakan penindasan yang bertentangan dengan kemanusiaan. "Islam Indonesia agar memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan di bawah bimbingan ulama maka Palestina bisa ke pangkuan umat Islam kembali," pungkasnya.

Pada aksi tersebut umat Islam serentak melaksanakan salat Subuh berjamaah, kemudian pagi harinya ribuan umat merapat ke Lapangan Monas untuk mendengarkan berbagai orasi dari tokoh Islam. Aksi damai yang di jaga tidak kurang dari 35.000 personil kepolisian dan TNI  ini kemudian diakhiri dengan Salat Jumat berjamaah yang juga dilaksanakan di Lapangan Monas. (*-3)

BERITA REKOMENDASI