Alasan Kuota Belajar Tak Bisa Akses YouTube

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhammad Hasan Chabibie menjelaskan alasan subsidi kuota internet yang diberikan pihaknya tak bisa digunakan untuk membuka situs berbagi video Youtube meski banyak menggunakan situs ini untuk belajar.

Menurutnya, Youtube memang banyak sekolah juga menggunakan jejaring media sosial, seperti Youtube. Namun isi video di Youtube menurutnya lebih banyak unsur hiburan ketimbang pendidikan. Karena itu kuota belajar tak disediakan youtube karena khawatir salah sasaran.

“Kami sadar banyak sumber bahan belajar di Youtube, tapi lebih banyak entertainment dan hiburan di sana. Jadi jangan sampai salah sasaran,” kata Hasan.

Kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seluruh aplikasi dan situs, jumlahnya 5 gigabyate (GB) untuk semua penerima. Sedangkan kuota belajar hanya bisa mengakses situs dan aplikasi yang ditentukan Kemendikbud, dan proporsinya mendominasi keseluruhan kuota.

“Kami sering dapat pertanyaan kenapa dibagi kuota umum dan belajar. Esensi program ini dalam diskusi kami dengan stakeholder itu kan gimana adik-adik tetap belajar. Itu yang jadi faktornya, agar terjaga belajarnya,” kata Hasan.

Ia pun menekankan aplikasi Whatsapp dan video conference termasuk dalam kuota belajar. Menurut survei yang dilakukan Kemendikbud di akhir Juli 2020 menunjukkan aplikasi WA dan video conference paling banyak digunakan selama belajar daring. (*)

BERITA REKOMENDASI