Alasan Nadiem Buat Program Organisasi Penggerak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mencetuskan Program Organisasi Penggerak (POP) salah satunya agar ia bisa memetakan kebijakan apa yang paling efektif. Ia mengaku sering mendengar laporan bahwa banyak organisasi masyarakat yang melakukan inovasi dalam pelatihan guru. Atas dasar itu dia lantas membuat POP.

“Program Organisasi Penggerak dilaksanakan dengan tujuan mencari bibit-bibit inovasi yang sudah dilakukan berbagai macam ormas di gerakan pendidikan,” ujarnya.

POP sendiri merupakan program pelatihan guru yang melibatkan organisasi masyarakat di bidang pendidikan. Ormas membuat pelatihan, kemudian Kemendikbud memberikan dana.

Dalam hal ini, ormas mengajukan proposal pelatihan guru yang akan dilakukan kepada Kemendikbud. Kemudian Kemendikbud melalui lembaga eksternal menentukan ormas yang lolos berdasarkan proposal pelatihan.

Nadiem berharap dampak dari inovasi organisasi masyarakat bisa lebih terukur jika dilakukan dengan skala lebih besar. POP menargetkan hasil Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter siswa sebagai acuan keberhasilan pelatihan.

“Dari situ harapan saya Kementerian bisa pilih mana metode [pelatihan] yang terbaik dan memasukan dalam sistem pendidikan nasional,” lanjutnya.

Ia mengatakan program ini dilakukan untuk mencari inovasi yang tidak terpikirkan di internal Kemendikbud. Untuk itu pelatihan diserahkan kepada organisasi masyarakat. (*)

BERITA REKOMENDASI