Anak Korban Banjir Butuh Psikolog, Ini Alasannya

GUNUNGPUTRI, KRJOGJA.com -Penanganan korban banjir, terutama pelayanan terhadap psikis berupa _trauma healing_ kepada anak-anak, mendapat perhatian tersendiri dari istri Menteri Sosial, Grace Batubara.

"Kemensos punya unit Layanan Dukungan Psikososial (LDP), yang siap kita turunkan untuk membantu para anak-anak korban banjir supaya (mereka) kembali bersemangat," kata Grace Batubara saat menghibur anak-anak korban banjir di Aula Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor akhir pekan lalu.

Anak-anak korban banjir, lanjutnya, memiliki rasa trauma. Grace sebut alasan trauma karena anak-anak tidak bisa menempati rumah maupun belajar di sekolah akibat tergenang air. Bagi anak-anak yang tidak mengerti, hal ini kerap menimbulkan efek trauma.

"Itulah tugas kami dari Kemensos, datang untuk membantu mereka, menumbuhkan semangat mereka lagi, memberikan mereka motivasi supaya bisa beraktifitas seperti sedia kala", ujar Grace.

Grace yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas (OASE) Kabinet Indonesia Maju (KIM) ini datang bersama Sahabat OASE dari sejumlah perkumpulan di antaranya Dharma Wanita Persatuan, Perempuan untuk Negeri, dan Yayasan Batik Peduli.

Tidak kurang dari 200 anak-anak dari jenjang SD hingga SMP berkumpul di aula untuk diberikan LDP. Seluruhnya melebur dalam tawa suka cita, bernyanyi dan main tebak-tebakan bersama rombongan OASE yang hadir.

Selain Grace Batubara, yang merupakan istri Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, turut hadir pengurus dan anggota OASE KIM yang diwakili oleh Siti Faridah Pratikno (istri Mensetneg), Zaizatun Nihayati (istri Menkopolhukam), Erni Tjahjo Kumolo (istri MenpanRB), Yanti Airlangga (istri Menko Perekonomian), Wida Muhadjir (istri Menko PMK), Lisa Thohir (istri MenBUMN), Ester Terawan (istri Menkes), Nanny Hadi (istri Panglima TNI), dan Fitri Idham Azis (istri Kapolri).

"Ibu-ibu OASE sangat senang ketika tau ada penanganan _trauma healing_ kepada anak-anak di sini. _Namanya_ juga ibu-ibu, memiliki sisi kemanusiaan lebih besar, utamanya kepada anak-anak. Jadi, ibu-ibu OASE terkesan sekali dengan adanya _trauma healing_ ini", kata Grace.

OASE adalah organisasi bentukan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla pada 27 Oktober 2014.

Kedatangan Grace, sekaligus menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban terdampak banjir di Desa Bojongkulur.

Bantuan yang diberikan senilai 333,6 juta rupiah terdiri dari 200 paket makanan siap saji A, B, C, D, 200 paket makanan anak, 400 paket lauk pauk, 8.000 bungkus mie instan, 50 lembar selimut, 40 paket sandang, 40 lembar tenda gulung, 50 paket kids ware, 50 paket family kit dan 300 paket alat kebersihan.

"Kita semua bersama-sama bersinergi untuk datang membawa bantuan, yang memang kami harapkan (bantuan) itu dapat meringankan korban banjir yang ada di desa ini", kata Grace.

Tinjau Lokasi Banjir

Usai menghibur anak-anak, Grace beserta rombongan bergerak meninjau lokasi terdampak banjir di Komplek Perumahan Villa Nusa Indah RW 24. Melihat langsung kondisi perumahan warga pasca banjir, Grace mengaku tersentuh.

"Menyentuh hati dan cukup terbebani juga saya melihatnya. Banyak sekali penduduk yang rumahnya terendam banjir dan penuh dengan lumpur, sampah juga dimana-mana. Ini bisa mengakibatkan penyakit, bakteri dan hal-hal buruk lain bagi kesehatan", ungkap Grace.

Dengan mengenakan sepatu _boot_, Grace dan rombongan menyusuri jalan komplek yang masih berlumpur setinggi betis.
Mereka menyapa warga yang tengah membersihkan lumpur di rumah mereka. Sebagian ada juga yang kerja bakti membersihkan lumpur dan sampah di jalanan.

Pada kesempatan tersebut, Grace juga menyerahkan bantuan paket alat kebersihan secara langsung kepada warga komplek perumahan, yang tengah berjibaku membersihkan rumah akibat lumpur pasca banjir surut.

"Saat ini, alat-alat kebersihan yang mereka butuhkan karena mayoritas sudah berangsur kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka", kata Grace usai menyerahkan bantuan kepada warga.

Grace berharap agar dampak dari persoalan banjir ini dapat segera diatasi sehingga warga bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal.

"Kemensos sudah tanggap, turun untuk memberikan bantuan dengan harapan semoga semua ini cepat selesai dan segera berangsur membaik", pungkasnya.(ati)

BERITA REKOMENDASI