Antisipasi Klaster Baru Corona Pascademo UU Ciptaker

JAKARTA, KRJOGJA.com – Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan pemerintah untuk segera melakukan antisipasi dengan memitigasi penyebaran virus corona pasca-demonstrasi Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi di berbagai daerah.

Menurut Dicky, peningkatan kasus corona di Indonesia yang masih tinggi ditambah dengan aksi unjuk rasa di berbagai wilayah di Indonesia dapat memperburuk kondisi penanganan Covid-19.

“Sekarang tidak hanya di Jakarta ya di awal saja sebelum ada demo-demo ini sebaran kasus (terjadi) di semua wilayah Indonesia ini artinya mitigasi sudah harus dilakukan antisipasi,” kata Dicky kepada Okezone, Sabtu (10/10/2020).

Dicky mengaku khawatir jika tidak dilakukan antisipasi dengan segera akan terjadi peningkatan kasus baru yang lebih banyak. Sehingga menyebabkan fasilitas dan tenaga kesehatan kewalahan.

“Rumah sakit pada akhirnya dengan banyaknya klaster yang terus bermunculan nanti akan timbul kesakitan pada mereka yang punya kormorbid yang memerlukan layanan ICU, ventilator segala macam,” ujarnya.

“Ini yang harus segera dibuat antisipasinya dipastikan siap fasilitas kesehatan termasuk tentu nanti begitu temuan ada kasus positif jumlah yang harus diisolasi karantina akan meningkat ini yang harus disiapkan,” tambah Dicky.

Dicky mengimbau, jangan sampai ada aksi susulan yang menyebabkan kerumunan sehingga berpotensi menularkan virus corona. Menurutnya, pemerintah harus mampu meredam para demonstran dengan cara-cara persuasif.

“Semua kebijakan dan regulasi di masa pandemi ini harus dipastikan mengalami melalui manajemen fisik pada situasi krisis atau pandemi, sehingga tak menimbulkan pro/kontra yang masif akhirnya kontra produktif terhadap pengendalian pandemi,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Polri saja ada 145 pendemo yang dinyatakan reaktif corona. Mereka langsung dikarantina.

“Untuk saat ini, para pendemo yang kita amankan ada dilakukan rapid test di Polda. Dari hasil rapid ditemukan ada 145 reaktif Covid-19,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 9 Oktober 2020.

BERITA REKOMENDASI