Antisipasi Klaster Keluarga, Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Khusus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), Kementerian Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), telah menyusun keputusan bersama tentang Protokol Kesehatan Keluarga pada masa pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Reisa Brotoasmoro mengatakan, bahwa hal ini sebagaimana arahan presiden untuk mencegah adanya klaster penularan keluarga.

“Keputusan ini dibuat berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo pada September lalu,” katanya saat kobferensi pers di Kantor Presiden, Senin (12/1/2020).

Reisa mengatakan, dalam protokol kesehatan keluarga terdapat empat hal yang diperhatikan. Pertama, protokol kesehatan keluarga secara umum yakni cara pemakaian masker dengan benar dan cara melindungi anggota keluarga yang rentan atau berisiko tinggi.

“Kedua, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga yang terpapar. Siapa yang harus dihubungi, bagaimana proses karantanina atau isolasi mandirinya,” ungkapnya.

Ketiga, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah. Diantaranya cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah. Hal ini untuk memastikan kita tidak membawa pulang virus masuk ke dalam rumah. Baik dari pakaian ataupun barang-barang bawaan kita

“Keempat, protokol kesehatan di lingkungan sekitar tempat tinggal, ketika ada warga yang terpapar. Bagaimana tanggungjawab sosial sebagai anggota masyarakat di lingkungan rumah juga penting. Dari mulai menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan tidak memberikan stigma negatif kepada tetangga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka justru yang harus dibantu,” paparnya.

Reisa mengatakan, protokol ini diharapkan dapat menekan penularan Covid-19 di lingkungan klaster keluarga yang sangat tinggi. Pasalnya potensi tinggi penularan klaster keluarga bisa datang dari orang terdekat yang menjadi carrier atau pembawa virus.

“Sebagian dari 1.299 klaster yang ditemukan Kementerian Kesehatan adalah klaster keluarga. Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan klaster keluarga ini memang sulit dihindari. Karena terkait mereka yang terkait dengan klaster-klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar yang semuanya berpotensi bertemunya di keluarga,” ujarnya

Dia mengatakan, bahwa pemerintah pun katanya berkomitmen untuk mengawal implementasi protokol kesehatan keluarga. Hal ini dilakukan dengan kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga terus untuk memastikan dukungan kesehatan sekaligus menguatkan ekonomi keluarga di masa pandemi.

“Sementara peran kita tetap disiplin protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Mari putus rantai penularan Covid-19 di dalam keluarga. Mari kita bekerjasama, kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI