Antisipasi Macet libur Panjang, Polantas Diminta Tertibkan Pengenaan Masker Pemudik

YOGYA, KRJOGJA.com – Korps Lalu Lintas Polri memprediksi akan ada peningkatan kembali arus lalu lintas libur panjang tahun baru Hijriyah 1442. Diperkirakan sejumlah ruas jalan dari Jakarta menuju JawaTengah, Jawa Timur an Lampung akan meningkat. Untuk pengamanan saat libur panjang ini, Korlantas Polri telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan.

Hal tersebut dikemukakan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Istiono MH dalam siaran pers yang diterima KRJogja, Senin (17/8) petang. “Diperkirakan ada peningkatan arus mudik pada Rabu (19/8) malam dan balik Minggu (23/8). Karena libur tahun baru Hijriyah 1442 yang juga bersamaan dengan 1 Sura, berdekatan dengan long weekend. Liburnya Kamis (20/8) sampai Minggu (23/8),” ujar Istiono.

Merespons perintah Kapolri, Kakorlantas menekankan agar dalam suasana pandemic Covid-19, mereka yang melakukan perjalanan tetap mematuhi protocol Kesehatan. Paling tidak, dalam melakukan perjalanan tetap mengenakan masker serta tidak lupa membawa hand sanitiser. Menurutnya, Polri harus selalu mengingatkan. Karena lanjut Istiono, masyarakat masih belum memiliki kesadaran tinggi untuk mengenakan masker di ruang publik. Karena itu, tegasnya, petugas Korlantas dan jajaran berperan aktif, diperintak all out membantu menertibkan masyarakat agar mengenakan masker.

“Kami siap untuk mengawal dan mengamankan perintah Kapolri tersebut. Hal ini mengingat, beraktifitas di ruang publik memakai masker merupakan kunci agar terhindar dari penularan Covid-19. Apalagi, perkembangan mutasi karakter virus corona semakin lama semakin tak bergejala. Orang yang nampak sehat ternyata bisa terbukti positif saat diuji swab dengan PCR. Itulah perlunya semua orang wajib memakai masker,” ujar Irjen Pol Istiono.

Kemacetan Panjang

Kakorlantas meminta petugas di lapangan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas para pemudik. Ini penting agar tidak menyebabkan kemacetan panjang. Terutama untuk mewaspadai jalur tol dan arteri. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kalau diperlukan petugas di lapangan harus menerapkan buka tutup jalan di area yang dipadati kendaraan pemudik.
Menurutnya, salah satu hasil kesepakatan antara Polri dan Ditjen Hubdar adalah melarang truk barang untuk melintas di jalan tol yang sudah ditetapkan saat libur panjang. Pihaknya juga meminta pengelola jalan tol untuk menyiapkan rest area bagi para pengguna jalan bebas hambatan yang dilintasi. Hal tersebut untuk mencegah adanya penumpukan masyarakat di dalam lokasi rehat bagi kendaraan dan pengemudi.

“Saya perintahkan ke jajaran apabila rest area sudah penuh kita tutup. Jadi tidak ada antrean di sana. Ini sudah kita koordinasikan dengan Dirlantas dan Kemenhub dengan pengelola tol”, tegasnya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI