Apakah Air yang Diminum Selama Ini Sudah Tepat? Ini Jawabnya

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Seiring semakin membaiknya pandemi Covid-19, masyarakat diharapkan jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga serta menjaga asupan makanan dan minuman.

Terkait hal itu, tidaklah heran jika penelitian yang dilakukan Indonesia Water Institute (IWI) awal tahun ini menyatakan bahwa konsumsi air meningkat saat pandemi. Selain itu disebutkan, bagi tubuh manusia, air ibarat bahan bakar bagi kendaraan bermotor. Tanpa bahan bakar, kendaraan tidak akan bisa bergerak.

“Begitu pula tubuh kita, tanpa air juga akan mogok. Karena itu air disebut komponen vital tubuh manusia. Selain berfungsi menggerakan sistem metabolisme tubuh kita, air juga berperan penting menjaga imunitas tubuh. Apalagi di masa pandemi yang masih belum berakhir, air menjadi kebutuhan pokok untuk melindungi dan menjaga tubuh kita dari serangan virus,” ungkap IWI dalam hasil penelitiannya yang diterima, Senin (18/10/2021).

Lantas, kualitas air seperti apa yang efektif menjaga dan melindungi tubuh kita? Tentu saja bukan sekedar air pelepas rasa dahaga, melainkan air yang memiliki karakteristik tertentu. Air minum yang baik adalah yang kaya akan mineral alami dan memiliki pH tinggi yakni diatas 8.6+, yang didapatkan dengan melalui proses ionisasi, yaitu suatu proses pemisahan untuk mendapatkan air yang baik.

Dikatakan, pH 8.6+ ini lebih tinggi dari pH rata-rata air minum pelepas dahaga biasa. Sehingga dengan mengonsumsi air baik setiap hari, tubuh manusia akan mempunyai kemampuan efektif untuk menangkal dan menetralisir kandungan limbah asam di dalam metabolisme tubuh. Air baik juga berperan sebagai anti-oksidan yang berfungsi menangkal dan menurunkan proses oksidasi di dalam tubuh.

BERITA REKOMENDASI