Aparatur Desa Bakal Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, aparatur pemerintahan desa akan terlindungi oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan seluruh pekerja di Indonesia termasuk para aparat desa sudah terlindungi. Dan kami mengapresiai seluruh pihak khususnya Kemendagri yang terus berupaya mendorong seluruh aparat desa dan lingkupnya mendapatkan kesetaraan perlindungan jaminan sosial seperti halnya pegawai ASN," kata Agus kepada wartawan di sela srla acara Rapat Koordinasi Nasional 2018 di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Acara yang dihadiri para kepala desa dan pendamping desa itu berlangsung di gedung Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Agus mengungkapkan, berbagai perlindungan yang diberikan bagi aparatur pemerintah desa merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman sekaligus Perjanjian Kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pekan lalu.

Adapun nota kesepahaman itu tentang Fasilitas dan Penyelenggaraan Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Aparatur Pemerintahan Desa. Seperti diketahui, kerjasama yang dijalin ini memungkinkan seluruh aparatur pemerintahan desa yang tersebar di 74.957 desa di seluruh Indonesia mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar selalu aman dan nyaman.

"Saat ini sebanyak 215.000 aparatur pemerintahan desa yang bukan pegawai negeri sipil sudah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan," tutur Agus. Untuk itu, imbuhnya, pihaknya menargetkan pada tahun ini semua aparatur desa di seluruh Indonesia bisa bergabung dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami memiliki 325 kantor layanan di seluruh Indonesia yang siap memberikan pelayanan kepada seluruh aparat desa. Selain itu juga dengan infrastruktur dan kanal digital yang kami miliki, semua sudah dipersiapkan memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh peserta tanpa membedakan pelayanan yang diberikan,“ tandas Agus.(Ful)

BERITA REKOMENDASI