Aplikasi SiPintar Permudah Susun Dokumen Izin Lingkungan Transportasi

JAKARTA.KRJOGJA.com- Pusat Pengelola Transportasi Berkelanjutan (BPTB) Kementerian Perhubungan meluncurkan sistem penyusunan dokumen lingkungan dan pelaporan pelaksanaan izin lingkungan yang diberi nama SiPintar (Sistem Informasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Transportasi).

"SiPintar sudah diluncurkan dan disosialisasikan dalam upaya memudahkan penyusunan dokumen lingkungan maupun pelaporan izin lingkungan untuk proyek-proyek infrastruktur transportasi," kata Kepala Pusat PPTB Kemenhub, Ir. Ahmad di sela-sela Festival Inovasi Nasional, Kamis (06/12/2018).

Ahmad mengungkapkan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi dibuatnya aplikasi Sipintar oleh PPTB. Diantaranya masih banyaknya sub sektor atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang kurang memahani substansi perizinan lingkungan. Selain itu, mayoritas infrastruktur yang ada di lingkungan Kemenhub belum memenuhi izin lingkungan. Selanjutnya, masih ada sub sektor yang kurang disiplin dalam pelaporan pelaksanaan izin lingkungan.

"Untuk itu dibuat proyek perubahan dengan sistem penyusunan dan pelaporan pelaksanaan izin lingkungan, dan lahirlah SiPintar," jelas Ahmad.

Aplikasi SiPintar ini telah tersedia di website Kementerian Perhubungan, tinggal di-download. Jika dibutuhkan informasi lebih lanjut atau dalam pelaksanaannya mengalami kendala, PPTB siap memberikan pendampingan. "Saat ini kami memiliki 14 personel tenaga ahli lingkungan yang siap memberikan supervisi,” imbuh Ahmad.

Menurut Ahmad, ada beberapa manfaat dari hadirnya aplikasi SiPintar di lingkungan Kemenhub. “Kita dapat memastikan jalannya kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan dan memberikan kekuatan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi terkait perizinan lingkungan,” ungkapnya.

PPTB memiliki peran supervisi sehingga penyusunan dokumen lingkungan dapat efektif dan terukur. Kedua, dapat memenuhi kewajiban izin lingkungan untuk infrastruktur. Di sisi lain PPTB juga memiliki data base kegiatan yang berizin lingkungan dan pemantauan pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kompetensi jabatan fungsional pengendali dampak lingkungan. (Imd).

BERITA REKOMENDASI